Beberapapermasalahan remeh terkadang berlangsung dalam kehidupan seperti kehilangan satu benda, noda yang susah di hilangkan, berbau tubuh, tampilan yang tidak optimal, serta yang lain. Langkah lainnya yang dapat dipakai yaitu dengan menyetrika pakaian basah sampai menempatkan di microwave dengan suhu tinggi (130 derajat) saat 5 menit Kini label tersebut menghadirkan "Sejauh Rumah Kita" sebagai tempat berbagi ilmu dan ragam tips merawat Bumi. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, sesi belajar ramah lingkungan ini menggandeng berbagai komunitas di Yogyakarta yang telah menjalani slow living. Kegiatan Belajar Bersama ini rutin diadakan setiap Sabtu yang Tapitidak untuk kami, keluarga kecilku.Betapa tidak, aku dibesarkan dalam keluarga Muhammadiyah banget, sementara sekarang aku dengan keluarga kecilku tinggal di lingkungan yang fanatik NU, termasuk mertua dan keluarga suamiku lainnya, karena kami tinggal di lingkungan Pondok Pesantren NU. Jika aku mengikuti lebaran di hari Selasa, aku sangat Bahwahasil belajarku selama 3 tahun di SMP Negeri 9 Depok tidak sia-sia. Akupun segera memberitahu kabar gembira ini kepada orangtuaku. Ibu dan Ayah mensyukuri hasilnya walaupun tidak mencapai sesuai dengan yang di targetkan. Dan Ayahku memberi keputusan agar aku melanjutkan ke Pondok Pesantren Modern Gontor yang terletak di Jawa Timur. Ketiga pemain sepakbola harus disiplin waktu ketika pagi tiba para pemain sepakbola biasanya berlari pagi ataupun sore agar kecepatan dan stamina tetap terjaga dan tentunya membentuk postur tubuh yang kekar, artinya ketika berduel dengan pemain lawan kita tidak kalah karena setiap pemain sepakbola Internasional memiliki stamina maupun kecepatan Untukmembeli baju murah dan bukan branded, anda harus benar-benar jeli memilih, terkadang ada kok baju murah yang tidak terlihat murahan. Kalau anda takut kembaran dengan mahasiswa lain, ada trik dari mahasiswa FEB yang saya tahu sendiri, cewek-cewek biasanya ada grup yang gunanya untuk memastikan baju murah yang ia beli tidak ada kembaran, mereka kirim foto lalu jicYEz. Agar barang tidak hilang di pesantren adalah pertanyaan yang umum dilayangkan oleh mereka yang baru masuk pondok pesantren. Rata-rata merasakan barangnya hilang. Yang paling menjengkelkan hal ini membuat anak tidak betah di pesantren. Bagi yang sudah lama hidup di pesantren pasti paham bagaimana caranya agar barang tidak hilang di pesantren. Atau agar barang tidak tertukar milik teman. Berdasarkan pengalaman, kami akan jelaskan bagaimana cara mengatasi dan solusinya. Penyebab Barang Hilang di PesantrenBarang Tertukar di PesantrenAgar Barang Tidak Hilang di PesantrenHilang Uang dan Pakaian di Pesantren Bagi Anda sebagai wali santri, perlu memahami kenapa bisa barang hilang di pesantren. Sebab yang paling umum adalah, barang di pesantren memiliki bentuk dan bahkan warna yang sama. Contoh sandal japit. Karena tempat belinya sama, warnanya juga sama, ukurannya juga sama, dan orangnya banyak, maka ketika santri memakai, dia merasa bahwa itu adalah miliknya. Sehingga dipakai dengan begitu santainya. Kedua, karena di pesantren di buru waktu. Contoh, santri harus makan, harus sesegera mungkin, kalau tidak akan terlambat, maka ketika akan memakai sandal yang dilihat sebatas sekilas saja. Oh sama, langsung pakai. Padahal mungkin bukan punya dia. Nah, yang datang belakangan sudah tidak ada sandalnya. Akhirnya dia kehilangan. Ini memang sangat sering terjadi. Apalagi kalau misalkan sandalnya ketendang, anak kita malas untuk mencari, pada akhirnya dirasa hilang. Oleh sebab itu kita harus tahu beberapa sebab ini sebelum tahu cara agar barang tidak hilang di pesantren. Barang Tertukar di Pesantren Sebab selanjutnya adalah barang tertukar di pesantren. Hal ini umumnya adalah pakaian. Ini juga sama, penyebab utamanya adalah seragam yang jenisnya sama, ukurannya sama dan warnanya sama. Ya karena banyak santri yang tubuhnya sama. Tapi ada satu masalah yang kadang tidak disadari santri. Terutama ketika menjemur pakaian. Yaitu pakaiannya tidak segera diambil. Sehingga digeser oleh yang baru menjemur. Digeser karena sudah kering. Tapi yang punya lupa mengambil dengan cepat. Ketika datang ke jemuran, di posisi itu sudah tidak ada lagi bajunya. Perlu diketahui, jemuran di pesantren sangat panjang. Jadi bisa bergeser dari ujung ke ujung. Nah santri tidak semuanya ulet untuk mencari. Kelamaan. Akhirnya merasa hilang. Maka bagi Anda yang punya anak, harus dibiasakan untuk meneliti dengan sabar. Kalau alasan barang hilang di pesantren karena ada anak yang mengambil dengan sengaja, pengalaman kami itu hanya sangat sedikit sekali. Itupun kalau ketahuan diusir. Jadi banyak karena faktor belum terbiasa dengan kehidupan pesantren. Pasti ketika sudah lama di pesantren semakin jarang barang hilang. Kami dulu ketika mondok juga mulai paham. Oh ternyata gini. Inilah mengapa barang tertukar di pesantren atau bahkan hilang. Agar Barang Tidak Hilang di Pesantren Nah ada beberapa cara agar barang tidak hilang di pesantren. Yang pertama adalah membawa kantong. Biasanya di pesantren disediakan namanya kantong sandal. Jadi kalau ke satu tempat, sandalnya tidak ditinggal, tapi dimasukkan kantong. Sandal kalau diberi nama susah. Keinjak sudah tidak kelihatan. Maka lebih baik kantong sandal. Kalau tidak malu memakai gembok kecil. Tapi biasanya justru kuncinya yang hilang. Nanti yang lain sudah lari, anak Anda jalan tanpa sandal, dan membawa sepasang sandal digembok. Kedua, agar barang tidak hilang di pesantren adalah selalu diberi nama. Berilah nama yang cantik, pakai bordir atau pakai apalah. Jangan pakai spidol, kasihan kemeja dikasih spidol. Jelek. Ditulis bordir tersebut di saku, atau di kerahnya. Jangan di bagian bawah baju, tidak kelihatan. Kan masuk ke celana. Masa pas nyari baju yang hilang celana temen Ketiga, agar barang tidak hilang di pesantren adalah jangan lupa posisi ketika meletakkan, menjemur, atau menitipkan sesuatu. Karena kalau lupa akan disingkirkan. Contoh, piring Anda basah, dijemur di depan asrama. Nah ternyata Anda lupa jemur. Pasti disingkirkan. Kemudian tanpa nama, ya tidak kembali. Hilang Uang dan Pakaian di Pesantren Keempat, kalau masalah uang, sebisa mungkin jangan pegang terlalu banyak. Biasanya di pesantren ada aturan dalam mengatur keuangan. Tapi kadang orang tua karena terlalu sayang dikasih banyak. Nah terkadang anak tidak bisa mengatur. Plus ketika meletakkan di almari, lupa dikunci. Ingat tidak semua kejahatan di pondok karena adanya orang jahat, tapi juga anak kita yang teledor. Maka berikan uang secukupnya saja. Tidak terlalu banyak. Karena membuka kesempatan orang berbuat jahat. Kelima, agar barang tidak hilang di pesantren, caranya adalah memiliki barang dengan bentuk dan warna berbeda. Contoh, kalau piring yang lain merah, Anda beli warna putih. Atau dicat bagian bawahnya putih. Tapi ini yang bertindak anak Anda, kalau orang tua tidak mengetahuinya. Keenam, kalaupun anak Anda kehilangan, jangan marahi dulu. Coba tanyakan baik-baik sebab hilangnya apa, atau di mana. Bilang saja jangan diulangi ya, dijaga ya. Kalau dimarahi, nanti justru tidak betah. Nasehati saja, lama-lama dia akan paham cara hidup di pesantren. Karena hilangnya barang di pesantren adalah salah satu masalah besar. Kami sudah menulis beberapa masalah besar di pesantren dan solusinya di link ini. Post Views Cara menandai baju agar tidak tertukar selama tinggal di pesantren penting untuk diketahui oleh setiap santri. Pasalnya, kejadian baju yang tertukar atau bahkan hilang adalah fenomena yang sangat sering dialami oleh banyak orang selama hidup di asrama pondok ada banyak faktor penyebab hal ini bisa terjadi, sehingga Anda tidak bisa serta merta menyalahkan pihak tertentu saja. Bisa jadi, hal ini mungkin terjadi karena kurang teliti. Namun, ada baiknya untuk selalu berhati-hati untuk mencegah hal tersebut tertukarnya pakaian pribadi juga bisa menimbulkan sejumlah masalah. Baik itu masalah kesehatan kulit yang menular, ukuran pakaian menjadi kurang pas, atau konflik bersama sesama santri penghuni karena itu, Anda perlu mengetahui trik agar baju tidak hilang di pesantren akibat tertukar. Sehingga, masalah yang mungkin timbul juga bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi konflik antar Baju Dapat Tertukar Saat di PesantrenAda beberapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab baju Anda tertukar dengan milik orang lain. Yaitu bisa karena karena faktor internal seperti ketelitian diri sendiri, atau faktor eksternal akibat orang lain, di antaranya sebagai berikut1. Santri Kurang TelitiPenyebab pertama adalah santri kurang teliti saat menyimpan pakaiannya di lemari. Sehingga jika ada orang lain yang memiliki model atau warna pakaian serupa dan tidak menerapkan cara menandai baju agar tidak tertukar, mereka berpotensi salah mengambil Pakaian Tercampur Saat di LaundryBiasanya, para santri sering pergi bersama-sama, baik itu makan, belajar, hingga mencuci. Jika mencuci pakaian sendiri, biasanya risiko tertukarnya pakaian bisa dihindari. Tapi jika mencuci di laundry, maka jika pihak laundry kurang teliti maka pakaian Anda bisa Salah Mengambil JemuranKebanyakan kejadian tertukarnya baju di pesantren memang disebabkan oleh unsur ketidak sengajaan, misalnya salah mengambil jemuran. Itu sebabnya, penting untuk menerapkan cara menandai baju agar tidak tertukar, atau menjemur pakaian di tempat Sengaja Ditukar Oleh Pihak Tidak Bertanggung JawabTidak dapat dipungkiri, faktor penyebab satu ini juga sebenarnya sering dialami santri. Pasalnya, perilaku orang berbeda-beda dan sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dalam menjaga barang-barang Baju yang Tertukar dengan Milik Orang LainSebenarnya, jika kondisi baju yang tertukar tidak bermasalah, maka Anda tidak membutuhkan cara menandai baju agar tidak tertukar. Namun pada kondisi tertentu, tertukarnya baju dengan milik orang lain bisa menimbulkan masalah berikut ini1. Tertular PenyakitPakaian adalah salah satu media penyebaran penyakit, terutama jenis penyakit kulit yang mudah menular seperti kudis, kurap, jamur, dan lain sebagainya. Jika baju Anda bertukar dengan pengidap penyakit kulit, maka potensi ikut tertular juga semakin Tidak Sesuai Ukuran BadanJika ukuran pakaian hasil tertukarnya berbeda, entah itu kebesaran ataupun kekecilan, pemilik tentu akan mengalami kesulitan untuk mengenakan bajunya. Itulah sebabnya, penting bagi para santri untuk mengetahui cara menandai baju agar tidak Menimbulkan Konflik atau Masalah LainnyaSebenarnya, konflik atau masalah lainnya bisa dicegah dengan cara berdiskusi secara baik-baik. Tetapi tidak bisa dipungkiri, tertukarnya pakaian di pondok pesantren bisa menimbulkan kecurigaan antar santri, hingga berpotensi memantik Cara Menandai Baju agar Tidak Tertukar di PesantrenAgar pakaian Anda tidak tertukar dengan orang lain, penting untuk mengetahui bagaimana cara menandai barang agar tidak hilang. Namun, terdapat beberapa trik yang harus diketahui supaya tanda tersebut tidak mudah hilang, baik secara sengaja maupun tidak Anda bisa meletakkan tandanya pada bagian-bagian yang tersembunyi di lipatan pakaian, menggunakan label khusus, dan lain sebagainya. Sebagai panduan, berikut ini adalah 5 cara yang bisa Anda terapkan saat tinggal di pesantren1. Beri Tanda di Bagian Luar KerahCara pertama adalah dengan memberi tanda khusus pada bagian luar kerah, apabila bajunya memiliki model seragam. Sebab, bagian kerah lebih mudah ditemukan dan diperiksa. Anda bisa menandainya menggunakan inisial nama, paraf kecil, simbol khusus, dan lain Beri Tanda di Area LenganJika jenis pakaiannya tanpa lengan, cara menandai baju agar tidak tertukar adalah dengan memberi tanda pada area lengan. Tandai di daerah yang mudah dilihat namun sulit diamati orang lain, misalnya pada bagian dalam lipatan jahitan Beri Tanda di Bagian Bawah BajuSelain bagian lengan, pada bagian bawah baju juga umumnya terdapat lipatan kecil yang sulit dilihat orang lain. Anda bisa memberi tanda pada bagian tersebut, sehingga jika ada pihak yang mengakui itu miliknya, Anda bisa memberi bukti secara Gunakan Baju yang BerbedaBiasanya, pakaian yang rentan tertukar adalah seragam dengan model, ukuran, bahan, atau merk yang sama. Sebagai solusi alternatif, selain menggunakan cara menandai baju agar tidak tertukar, Anda bisa membuat baju secara custom dan diberi tanda pembeda Gunakan Label NamaKhusus seragam atau pakaian bersifat formal, cobalah menjahit bagian depannya dengan label bertuliskan nama lengkap. Selain mudah dikenali, jahitan atau rajutan label nama lebih juga sulit untuk dihapus atau dilepas oleh pihak kurang bertanggung Gunakan Label MerkPernah melihat label merk baju yang biasanya disematkan pada bagian kerah belakang? Untuk baju kasual selain seragam, cara menandai baju agar tidak tertukar adalah dengan menggunakan label merk yang dijahit ke bagian kerah, agar sulit dilepas dan ditukar Gunakan Alat Penanda yang Tahan LamaDi manapun tandanya diletakkan, hal itu percuma jika tanda yang diberikan mudah terhapus saat dicuci, atau mudah dilepas dan disobek orang lain. Solusinya, gunakan alat penanda tahan lama seperti spidol permanen, Tipe-X, atau alat untuk menandai pakaian pakaian, sebenarnya seluruh barang bawaan pribadi lainnya juga harus selalu dijaga jika Anda tinggal di tempat seperti asrama atau pondok pesantren. Anda juga harus selalu menjaga komunikasi bersama sesama penghuni untuk menumbuhkan rasa saling sesama santri yang menghuni saling mempercayai satu sama lain dan bersikap lebih teliti serta hati-hati, maka risiko tertukarnya pakaian bisa dihindari. Namun sebagai tindak pencegahan, cara menandai baju agar tidak tertukar di atas bisa Anda terapkan. Sebenarnya di pembahasan artikel kemarin tentang Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren sudah kami lampirkan pada poin keempat yaitu memberi tanda agar baju tidak tertukar dengan teman. Karena menandai baju ini sangat efektif terutama baju seragam yang pastinya warna dan bentuknya yang sama persis karena beli nya pun di tempat yang sama. Maka dari itu perlu kita menandai baju atau barang kita yang lainnya supaya tidak tertukar dengan orang lain atau teman sekamar. Cara ini sering kami terapkan di Pondok, karena kejadian tertukar nya baju apalagi seragam dengan alasan sengaja ataupun tidak, seringkali terjadi. So, apa aja itu cara menandai baju agar tidak tertukar? Langsung aja kita check poin-poinnya dibawah ini Cara menandai baju agar tidak tertukar 1. Menandai di bagian luar kerah Cara menandai baju agar tidak tertukar yang pertama adalah menandainya dibagian luar kerah. Cara pertama ini cukup efektif untuk dicoba supaya baju tidak tertukar atau dipakai orang lain. Karena jika ada yang menggunakannya tanpa izin, akan sangat mudah ditemukan. Untuk menandai baju nya tergantung dengan warna baju yang akan ditandai. Jika warna baju gelap maka menandainya dengan Tipe-X sedangkan jika warna baju atau kemeja putih atau terang, sobat bisa menandainya dengan spidol. Tenang saja, Tipe-X atau spidol ini tidak membuat luntur saat di cuci. Juga jangan menandainya terlalu besar, cukup awalan huruf dari nama kita saja kecil di daerah kerah belakang, atau titik saja. Yang penting jika ada yang menggunakannya kita lebih mudah mengenali baju kita tersebut. 2. Menandai di daerah lengan baju Selain menandai baju dengan spidol atau Tipe-X di daerah kerah baju, kita juga bisa menandainya di daerah lengan, apalagi jika baju tersebut berlengan pendek. Tandai di daerah yang mudah dilihat. 3. Menandai dibawah baju Poin ketiga cara menandai baju agar tidak tertukar jika tidak ingin terlihat, bisa juga menandai nya di daerah bawah baju. Karena setiap baju pasti ada lipatan kecil dibawahnya, kamu bisa menandainya pada daerah tersebut. Atau jika benar-benar hanya ingin menandainya saja supaya tidak terlihat bisa menandainya di daerah dalam baju / dibaliknya. 4. Bikin baju sendiri Cara menandai baju agar tidak tertukar keempat ala wakilsantri adalah dengan membuat baju itu sendiri secara custom namun dengan desain yang sama. Jika seragam mungkin bisa menggunakan bahan yang berbeda. Ketika di Pondok dulu cara ini pernah saya gunakan dan lumayan membuat perbedaan yang kontras dengan seragam teman saya yang lain. Namun perbedaannya mungkin dari segi harga yang lebih mahal. 5. Beli ditempat dan merk yang berbeda Bukannya saya melarang untuk membeli barang dari koprasi Pondok. Karena jika kita membeli di satu tempat pasti akan sama dengan teman yang lain. Terkecuali barang-barang tertentu yang disediakan tempat untuk menamai barang tersebut, seperti tersedia nama, kelas, nama kamar dll. Biasanya buku dan tas. 6. Merajut nama pada baju / celana Terkadang jika kita sudah menandai baju kita tersebut, ada saja orang yang iseng atau jail. O ya jangan lupa juga memberi tanda pada bet atau logo baju, karena pernah ada juga kasus pencurian bet/logo seragam di jemuran. Karena malas membeli logo/bet di koprasi/kedai, pelaku menyayat bet seragam di jemuran dengan silet atau cutter. Maka tindakan menandai logo dengan spidol atau Tipe-X pun perlu dilakukan. Kembali pada poin terakhir cara menandai baju agar tidak tertukar adalah dengan merajut nama pada bagian bawah baju atau daerah pinggang celana. Karena kasus pencurian seragam ini juga pernah dilakukan meski kita sudah menandai baju atau pakaian kita. Dengan WATADOS nya Wajah Tanpa Dosa pencuri tersebut mencoret tanda yang sudah kita buat sebelumnya pada baju dan celana kita. Maka cara terakhir adalah dengan merajut nama kita, kalo celana berarti di bagian pinggang, karena tidak akan terlalu terlihat jelas. Jika baju dan seragam bisa dibawahnya, karena nantikan akan dimasukkan kedalam celana. Simpulan Nah, sobat rekan wakilsantri itulah beberapa ikhtiar kita supaya baju tidak tertukar. Sebenarnya masih banyak ide kreatif lainnya cara menandai baju agar tidak tertukar. Silahkan sobat rekan tambahkan lagi ide kreatif sobat rekan di kolom komentar dibawah ini. Jangan lupa juga jika artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan via media sosial sobat rekan sekalian, supaya lebih banyak yang mengetahui informasi cara menandai baju agar tidak tertukar ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangannya. Jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran pada kami selaku tim Supaya blog atau situs ini semakin lebih baik lagi kedepannya. Akhirul kalam Wassalamu'alaikum.. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan akhlak santri. Namun, tak jarang santri mengalami masalah kecil seperti kehilangan baju di pesantren. Ini tentu sangat merepotkan dan mengganggu aktivitas belajar mengajar. Nah, berikut ini adalah beberapa trik agar baju tidak hilang di pesantren 1. Beri Tanda pada Baju Cara pertama agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan memberi tanda pada baju. Kamu bisa menggunakan spidol atau stiker untuk memberi tanda pada baju. Tanda ini bisa berupa nama atau nomor yang mudah dikenali. Dengan memberi tanda pada baju, kamu bisa dengan mudah mengidentifikasi baju milikmu dan menghindari kehilangan baju. 2. Gunakan Tas Khusus Baju Cara kedua agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menggunakan tas khusus baju. Kamu bisa menggunakan tas khusus baju yang berbeda dengan tas sekolahmu. Tas khusus baju ini bisa kamu tempatkan di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau orang lain. Dengan menggunakan tas khusus baju, kamu bisa meminimalisir risiko kehilangan baju di pesantren. 3. Jangan Menggantung Baju di Tempat Umum Cara ketiga agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan tidak menggantung baju di tempat umum. Biasanya, santri sering menggantung baju di tempat umum seperti kamar mandi atau ruang tamu. Hal ini bisa memicu risiko kehilangan baju karena orang lain dapat dengan mudah mengambil baju tersebut. Sebaiknya, kamu menggantung baju di tempat yang lebih aman seperti dalam tas khusus baju. 4. Menyimpan Baju di Tempat yang Aman Cara keempat agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menyimpan baju di tempat yang aman. Kamu bisa menyimpan baju di dalam loker atau tempat penyimpanan lainnya. Pastikan tempat penyimpanan baju kamu aman dan tidak mudah dijangkau orang lain. Dengan menyimpan baju di tempat yang aman, kamu bisa meminimalisir risiko kehilangan baju di pesantren. 5. Jangan Meminjamkan Baju ke Orang Lain Cara kelima agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan tidak meminjamkan baju ke orang lain. Meskipun kamu sudah kenal dengan orang tersebut, tetap saja risiko kehilangan baju masih ada. Sebaiknya, kamu membeli baju cadangan yang bisa kamu gunakan jika baju utamamu hilang. 6. Tidak Membawa Baju Terlalu Banyak Cara keenam agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan tidak membawa baju terlalu banyak. Kamu sebaiknya hanya membawa baju yang benar-benar dibutuhkan saja. Jangan membawa terlalu banyak baju karena hal ini bisa membuatmu kesulitan dalam mengatur dan menjaga baju tersebut. 7. Rajin Mencuci Baju Cara ketujuh agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan rajin mencuci baju. Dengan mencuci baju secara rutin, kamu bisa meminimalisir risiko kehilangan baju karena baju selalu bersih dan tidak menumpuk di tempat penyimpanan yang tidak aman. Selain itu, mencuci baju juga bisa membuatmu lebih rajin dan disiplin dalam menjaga barang-barangmu. 8. Menjaga Kebersihan Lingkungan Cara kedelapan agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan rapi bisa membuatmu lebih mudah mengatur barang-barangmu, termasuk baju. Selain itu, lingkungan yang bersih dan rapi juga bisa meminimalisir risiko kehilangan baju karena tidak ada barang yang bertumpuk di tempat yang tidak semestinya. 9. Berkomunikasi dengan Teman Cara kesembilan agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan berkomunikasi dengan teman. Kamu bisa mengajak teman-temanmu untuk saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain agar tidak kehilangan baju. Dengan berkomunikasi dengan teman, kamu bisa membangun kebersamaan dan kepercayaan satu sama lain. 10. Memiliki Etika yang Baik Cara kesepuluh agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan memiliki etika yang baik. Etika yang baik bisa membuatmu lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam menjaga barang-barangmu, termasuk baju. Selain itu, etika yang baik juga bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain sehingga kamu lebih mudah mendapatkan bantuan jika ada masalah. Kesimpulan Dari beberapa trik di atas, sebenarnya cara terbaik agar baju tidak hilang di pesantren adalah dengan menjaga barang-barangmu dengan baik dan membangun etika yang baik. Dengan cara ini, kamu bisa menjadi santri yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, kamu juga bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain sehingga lebih mudah mendapatkan bantuan jika ada masalah. Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren – Dengan hidup atau berada di lingungkan pondok pesantren, tentu saja para santri akan menjumpai banyak masalah. Dan salah satu problem yang sering terjadi di pesantren adalah baju atau pakaian kejadian masalah ini, tentu saja bagi para santri perlu memiliki trik khusus agar baju, pakaian atau barang lainnya tidak hilang maupun hanya tertukar. Lantas apakah Anda sudah tahu tips atau trik agar baju tidak hilang di pondok pesantren?.Trik Agar Baju Tidak Hilang di Pesantren1. Teliti Dalam Menaruh Baju2. Menandai Baju3. Jangan Gunakan Baju Bermerek4. Jaga Keamanan Lemari5. Jemur Baju di Tempat Terlihat6. Hindari Pinjamkan Baju Pada TemanKesimpulanBagi Anda calon santri maupun orang tua santri pastinya butuh sekali trik ini agar nantinya saat sudah berhasil masuk ke pesantren bisa meminimalisir agar masalah atau probelm yang sering terjadi ini bisa terhindar dan tidak buka dan berada di artikel ini maka Anda berada di pilihan yang tepat, karena pada kesempatan kali ini Sekolah Pesantren akan sampaikan beberapa trik agar baju santri di pesantren tidak hilang. Simak beberapa trik di bawah sudah banyak trik atau tips guna bisa cegah kejadian ini terjadi pada santri pondok pesantren. Namun bagi calon santri baru mengetahui hal ini merupakan keharusan agar nantinya baju yang dimiliki tidak hilang di Teliti Dalam Menaruh BajuKehilangan baju di pesantren bisa saja terjadi karena kurang teliti atau lalai dalam manaruhnya. Jadi tips dan trik pertama adalah selalu teliti dalam meletakan baju, baik baju kotor maupun baju wajar mengenai lupa atau salah menaruh, jadi hal penting yang wajib dilakukan adalah selalu teliti dalam peletakan baju. Selain hilang, bisanya dari kejadian salah menaruh adalah tertukar dengan miliki Menandai BajuTrik berikutnya agar baju tidak hilang, para santri ponpes bisa menandai atu beri tanda khusus pada baju. Untuk cara menandai baju agar tidak tertukar atau hilang adalah dengan memberi nama pada baju itu beda dari yang lain, silakan memberi nama atau menandai baju dibagian yang tidak umum. Tidak umum di sini yakni tanda pada baju sudah digunakan oleh santri lain, contoh memberi tanda dibagian lebih unik dan berbeda, Anda bisa memberi nama di baju pada bagian bawah depan namun dibagian sisi dalam agar tidak terlihat namanya. Mungkin ini bisa jadi solusinya agar baju tidak mudah tertukar dan jika tertukar atau hilang maka santri bisa mencari dengan mudah karena hanya santri itu sendiri yang mengetahui letak pemberian nama unik tersebut. Usahakan pemberian tanda pada baju gunakan hal yang Jangan Gunakan Baju BermerekSelain menandai baju agar tidak hilang, trik selanjutnya adalah hindari atau jangan gunakan baju bermerek. Seperti diketahui sendiri jika di pesantren terdapat banyak kasus kehilangan akibat pencurian, apalagi jika barang tersebut untuk meminimalisir hilang baju di pesantren, trik sederhana ini mungkin bisa menjadi pembelajaran. Karena kejahatan tidak bisa melihat kondisi, jadi untuk pencegahan lebih baik gunakan baju yang umum, sederhana dan tidak bisa juga untuk menggunakan baju dan pakaian sesuai dengan ketentuan yang ada peraturan pondok pesantren. Dengan begitu, maka sebagian santri lain yang berniatan untuk mengambil tidak jadi, karena baju dengan tipe tersebut sudah Jaga Keamanan LemariLalu trik berikutnya agar baju tidak hilang adalah dengan menjaga atau menyimpan di lemari. Lantas bagaimana jika sudah ditaruh di lemari tetap saja hilang? Untuk kasus ini tentu ada beberapa trik tambahan, yakni dengan menambah keamanan saja, jika Anda sudah sering kehilangan baju atau barang dilemari meskipun lemari sudah dikunci maka bisa menambahkan sebuah gembok tambahan. Para santri bisa membeli gembok dan memodifikasi atau memasangnya pada lemari yang Jemur Baju di Tempat TerlihatBaju hilang di jemuran? Mungkin jadi salah satu masalah atau problem umum di pesantren. Jika sudah lakukan trik kedua yaitu memberi nama atau menandai baju tetap saja tidak berhasil dan tidak ketemu juga bajunya maka gunakan trik tersebut adalah memastikan saat menjemur baju dan pakaian lain lakukan di tempat jemuran yang terlihat ata terpanpantau. Dengan trik ini, maka Anda bisa melihat siapa yang ambil baju yang dimiliki baik itu sengaja diambil atau hanya tertukar karena teman salah Hindari Pinjamkan Baju Pada TemanSelain beberapa trik di atas, jangan meminjamkan baju atau pakaian lain ke teman juga jadi salah satu solusinya. Karena bisanya ada tindak kejahatan teman yang setelah pinjam barang, tidak dikembalikan atas kejadian ini, para santri agar lebih waspada dalam meminjamkan baju atau barang. Dalam artian bisa meminjamkan barang kepada teman yang sudah dipercaya atau barang tersebut pasti dikemabalikan tambahan saja, dari kejadian tertukar baju dan digunakan oleh teman juga akan berdampak beberapa hal. Seperti misalnya penularan penyakit kulit jika teman memang memiliki riwayat penyakit itu juga akan berdampak dengan munculnya masalah berupa keharmonisan antara pemilik baju dengan teman yang sebelumnya menggunakan baju karena tidak sengaja tertukar saat ambil jemuran.Mungkin seperti itu saja pembahasan dapat sampaikan terkait tios dan trik agar baju tidak hilang di pondok pesantren. Semoga dengan beberapa trik hindari kehilangan pakaian di atas bisa bermanfaat untuk para anak atau santri di pesantren yang sering mengalami hilang maupun tertukarnya baju atau pakaiannya. Dengan trik-trik yang kami berikan di atas, tentu bisa membantu Anda dalam meminimlisir sebuah Gambar Admin Sekolah Pesantren

trik agar baju tidak hilang di pesantren