PerseroanTerbatas ini bernama: PT ASTRA GRAPHIA Tbk (selanjutnya cukup disingkat dengan "Perseroan"), berkedudukan di Jakarta Pusat. Perseroan dapat membuka cabang atau perwakilan di tempat-tempat lain, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi, dengan persetujuan dari Dewan Komisaris.
1 PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI INVENTORY FARMASI RUMAH SAKIT SUB BAGIAN ADMINISTRASI SISTEM DAN PELAPORAN Laporan Tugas Akhir Disusun sebagai syarat kelulusan Program Alih Jenjang D3 ke D4 Kosentrasi Teknologi Informasi Kesehatan Oleh MAQI IMADUL IMAN NIM : 03511006 PROGRAM ALIH JENJANG D3 ke D4 KOSENTRASI TEKNOLOGI INFORMASI KESEHATAN SEKOLAH
Jadileasing tidak menjalankan proses ini secara resmi tetapi hanya embel-embel di surat perjanjian bahwa seakan-akan leasing sudah melakukan hukum fidusia.40 Dalam laporan BPHN tahun 2006 juga diungkapkan bahwa Dalam praktek, biaya pendaftaran Akta Jaminan Fidusia (AJF) di Kantor Pendaftaran Fidusia (KPF) lebih mahal dan ada yang memungut
Laporanpiutang adalah laporan yang berisi informasi mengenai kewajiban konsumen yang harus diterima oleh perusahaan pada periode tertentu. Laporan piutang memiliki peranan yang sangat penting bagi perusahaan karena bisa digunakan untuk mengetahui jumlah atau nominal tagihan yang belum terbayarkan dari konsumen.
Inventarispembuatan laporan inventaris kantor beserta laporan pengadaan barang pada suatu periode Sistem Informasi) Sumber: Hasil Penelitian (2021) Gambar 16. Interface Form Data Inventaris Sumber: Hasil Penelitian (2021) Gambar 17. Interface Form Pengadaan Inventaris Sumber: Hasil Penelitian (2021) Gambar 17. Interface Halaman Laporan
Padaproses penanganan laporan melalui virtual meeting ternyata juga terdapat beberapa hal yang efektif, antara lain; 1) Dapat langsung melakukan perekaman pertemuan, 2) Dapat langsung melakukan presentasi laporan kepada para pihak 3) Dapat langsung menuliskan hasil dan poin kesepakatan pertemuan yang bisa dilihat secara bersama.
V2l8. Apa yang dimaksud dengan penerimaan barang kantor? Penerimaan Barang adalah proses serah terima barang dari Vendor kepada Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Apa yang dimaksud dengan laporan penerimaan barang? Laporan penerimaan barang, dokumen yang dibuat sebagai fungsi penerimaan bahwa menunjukkan barang yang diterima sesuai. Apa saja yang termasuk administrasi penerimaan barang? Delivery order. Surat jalan. Dokumen pemesanan. Bukti tanda terima barang. Bukti penagihan. Dalam kegiatan penerimaan barang ada 3 kemungkinan yang dihadapi apa saja? Dalam kegiatan penerimaan barang ada 3 kemungkinan yang dihadapi 1. Menerima barang dalam jumlah berbeda dengan jumlah yang dipesan. 2. Menerima barang yang rusak. 3. Menerima barang dengan kuantitas rendah. Bagaimana cara penerimaan barang sarana dan prasarana? memeriksa stock barang di gudang oleh petugas, pengajuan surat permohonan, surat di serahkan ke bendahara, bendahara mengecek ketersediaan barang, bendahara meminta persetujuan kepada pimpinan, Apa tujuan dari penerimaan dan penyimpanan barang? Jawaban Tujuan utama diselenggarakan fungsi penerimaan dan penyimpanan barang adalah untuk memferifikasi barang yang diterima dari pemasok dan melindungi barang tersebut dari kehilangan atau pencurian. Berapa rangkap laporan penerimaan barang? Laporan penerimaan barang LPB dibuat rangkap 3 oleh bagian penerimaan barang. Apa saja hal hal penting yang dilakukan dalam penerimaan barang? Bukti pesanan barang dari Gudang untuk memastikan pesanan barang dalam spesifikasi tepat Bukti Tanda Barang diterima untuk penagihan Cek Bukti Pemesanan dengan Fisik Barang. Cek Expired Date dan Kondisi Barang. Memasukkan Barang ke Penyimpanan. Bagaimana langkah langkah dalam penerimaan barang? Yang pertama adalah bagian gudang menerima tembusan surat order pembelian dari Bagian. Pembelian. Bagian Gudang menerima barang-barang beserta tembusan laporan penerimaan barang dari. Lalu dilakukan pemerikasaan/pencocokan antara laporan penerimaan barang dengan data surat. Informasi apa saja yang ada dalam buku penerimaan barang? Nama barang. Jenis/Tipe barang. alamat pengieim barang. Alamat tujuan baarang. Nama pengirim barang. jumlah barang. Tanggal penerimaan barang. Apa saja asas penyimpanan Sarpras? asas ekonomi. asas keamanan. asas ketepatan. asas kecepatan. Apakah yang dimaksud penyimpanan barang? Penyimpanan barang adalah menempatkan barang di dalam gudang untuk disimpan atau dipersiapkan untuk proses selanjutnya. Penyimpanan barang dilakukan sesuai dengan karakteristik barang. Bagaimana prosedur yang dilakukan untuk mengajukan sarana dan prasarana sekolah? Bagaimana proses penyaluran sarana dan prasarana pendidikan? Jawaban. Jawaban Penyaluran sarana dan prasarana pendidikan meliputi tiga kegiatan pokok yaitu penyusunan alokasi, pengiriman dan penyaluran. Jika dilihat dari perspektif manajemen, maka penyaluran terbagi atas tiga kegiatan yaitu perencanaan penyaluran, pelaksanaan pengiriman, dan monitoring penyaluran. Bagaimana strategi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan? Ada beberapa alternatif cara dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan. Beberapa alternatif cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan tersebut adalah melalui pembelian, pembuatan sendiri, penukaran, daur ulang, peminjaman, penyewaan, pemberian hibah dan perbaikan sendiri. Bagaimana cara menyimpan barang yang baik? References Pertanyaan Lainnya11ons Apakah 100 gram?2Keteladanan apa saja yang patut kita contoh dari tokoh nasional?3Apa ciri khas tumbuhan tingkat tinggi?4Faktor faktor apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih bentuk badan usaha?5Bagaimana cara membuat sebuah patung?6Siapa nama raja yang digantikan oleh Nabi Daud?7Siapa saja yang berhak dalam usaha untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia?8Apa beda pertahanan tubuh nonspesifik dengan yang spesifik?9Standar apakah yang digunakan pada penulisan huruf dan angka pada gambar teknik?10Mengapa informasi akuntansi dibutuhkan oleh pemerintah?
Berikut ini adalah catatan contekan mengenai arti kata tersebut pada bidang Akuntansi Laporan Penerimaan Barang Dalam Akuntansi Adalah laporan yang dibuat oleh bagian penerimaan barang yang menginformasikan bahwa barang yang dipesan telah diterima dari pemasok sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan berdasarkan suatu order pembelian. Laporan ini memuat hasil perhitungan fisik barang yang diterima dalam keadaan baik. adalah laporan yang dibuat oleh bagian penerimaan barang yang menginformasikan bahwa barang yang dipesan telah diterima dari pemasok sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan berdasarkan surat order pembelian. Laporan ini memuat hasil perhitungan fisik barang yang diterima dalam keadaan baik. Support website ini ya gess!
Sistem penerimaan produk atau yang sering disebut dengan goods receipt merupakan suatu hal yang paling sering dilakukan khususnya di satu perusahaan. Kita ambil eksemplar belaka sama dengan penerimaan barang di gudang. Penelaahan barang dapat dikatakan bagaikan hal nan perlu menjadi pikiran kerumahtanggaan kegiatan operasional gudang sehari hari. Secara umum, perlu diketahui manfaat semenjak penelaahan dagangan yaitu untuk berkewajiban dalam melakukan penapisan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas serta kualitas dagangan nan dituruti terbit pemasok kepentingan menentukan apakah cukup untuk diterima maupun tidaknya suatu barang yang datang. Baca pula 5 solusi invoice dispute untuk penagihan tanpa penyakit Berikut ini merupakan kejadian nan teradat diperhatikan intern proses penerimaan barang antara enggak Penataran dan Validasi Surat Jalan Ketika pemasok membawa barang sudah lalu tentu mengikutsertakan surat jalannya. Pada surat jalan tersebut biasanya berisikan data seperti terlepas surat urut-urutan, nama barang, jumlah barang dan nomer PO Purchase Titipan barang yang akan dikirim. Mengecek Jumlah Barang Setelah Anda mengakui surat urut-urutan tersebut segeralah lakukan pengecekan secara teliti apakah sesuai dengan komoditas yang di datang alias tak. Cek jenis produk apakah benar produk yang dikirim yaitu barang yang di pesan. Setelah itu cocokkan dan hitung jumlah produk yang hinggap apakah sebagaimana sertifikat jalannya atau tidak. Pengecekan Fisik Barang Sesudah menghitung kuantitas barang yang datang, maka kegiatan selanjutnya adalah mengecek badan dagangan nan datang. Lakukanlah dengan teliti, apakah ada nan tembelang atau tidak. Jika telah ditemukan terdapat barang yang secara fisik enggak sesuai standar segera pisahkan, lalu lakukan pendaftaran cak bagi dagangan tersebut yang nantinya akan dikembalikan kepada pemasok bagi dilakukan penggantian. Mewujudkan Bukti Barang Masuk Hal terakhir yang dilakukan adalah mewujudkan dan mencetak form bukti barang turut yang artinya bahwa barang yang dikirim oleh pemasok telah masin lidah, di cek dan sudah sesuai. Salinan Bukti barang ikut biasanya dibuat tiga rangkap, di mana satu lawai seumpama arsip gudang, suatu lembar kerjakan suplier sebagai lampiran ketika melakukan penagihan pembayaran dan satu tali kerjakan accounting. Dalam proses pengajian pengkajian komoditas ataupun good receive, diperlukan tolok SOP intern suatu firma. Berikut ini merupakan contoh SOP penelaahan barang Staff gudang menerima produk dari pemasok dan menyesuaikan kecocokan data dengan surat jalan yang dipedulikan Jika data surat perkembangan sudah sesuai, selanjutnya dilakukan pembukaan logo box truk untuk pemeriksaan jumlah dan kondisi barang. Dokumentasi positif foto atau video diperlukan momen proses ini berlangsung. Namun sekiranya terjadi ketidaksesuaian total koli produk dengan data surat urut-urutan maka sederum diinformasikan dan dikoreksi bersama staff gudang dan pemasok Penapisan quality barang oleh staff QC Incoming Barang rejected alias barang dengan kondisi tidak baik akan dilakukan prosedur cak kembali atau prosedur lainnya nan berlaku sesuai instruksi dari pemasok Hasil inspeksi makanya staff QC adapun barang accepted atau barang dalam kondisi baik dilaporkan kepada staff pakus buat dilakukan proses bongkar dan selanjutnya dilakukan penyimpanan pada lokasi yang telah disiapkan Dilakukan proses input penerimaan produk lega system dan proses serah sambut dagangan Penerimaan komoditas dicatat pada stock card beserta detail data dan salinan jalannya. Baca pula 4 tips payment collections untuk penagihan tepat hari Arketipe SOP diatas ialah bilang hal nan kebanyakan dilakukan intern prosedur penerimaan barang yang hendak masuk ke dalam gudang. Dapat dipastikan, setiap gudang menerapkan strategi maupun memiliki prosedur masing – masing n domestik penanganan setiap produk masuk. Visited times, 1 visits today
Pembelian atau purchasing adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang, material pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk kegiatan operasi selama periode tertentu. Pembelian merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang diperlukan oleh perusahaan dan dapat diterima tepat pada waktunya dengan mutu yang sesuai serta harga yang menguntungkan. Pembelian merupakan salah satu fungsi penting dalam berhasilnya operasi suatu perusahaan. Fungsi ini dibebani tanggung jawab untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas bahan-bahan yang tersedia pada waktu dibutuhkan dengan harga yang sesuai dengan harga yang berlaku. Pembelian adalah usaha pengadaan barang-barang untuk perusahaan. Dalam perusahaan dagang pembelian dilakukan dengan dijual kembali tanpa mengadakan perubahan bentuk barang, sedangkan pada perusahaan manufaktur pembelian dilakukan dengan merubah kembali dengan merubah bentuk. Berikut definisi dan pengertian pembelian dari beberapa sumber buku Menurut Aliminsyah dan Padji 2003, pembelian adalah harga pembelian harga pokok barang dagang yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Menurut Mulyadi 2016, pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan. Menurut Galloway, dkk 2000, pembelian adalah pengadaan material dan part pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk digunakan dalam operasi pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat. Fungsi dan Tanggung Jawab Pembelian Menurut Brown 2001, fungsi pembelian adalah sebagai berikut Pembelian memiliki tanggung jawab untuk mengelola masukan perusahaan pada pengiriman, kualitas dan harga yang tepat, yang meliputi bahan baku, jasa dan sub-assemblies untuk keperluan organisasi. Berbagai penghematan yang berhasil dicapai lewat pembelian secara langsung direfleksikan pada lini dasar organisasi. Dengan kata lain, begitu penghematan harga dibuat, maka akan mempunyai pengaruh yang langsung terhadap struktur biaya perusahaan. Sehingga sering dikatakan bahwa penghematan pembelian 1% ekuivalen dengan peningkatan penjualan sebesar 10%. Pembelian dan suplai material mempunyai kaitan dengan semua aspek operasi manajemen. Menurut Assauri 2008, tugas pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat. Adapun tanggung jawab bagian pembelian adalah sebagai berikut Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan-bahan agar rencana operasi dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga yang perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produknya. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat mengikuti perkembangan bahan-bahan baru yang dapat menguntungkan dalam proses produksi, perkembangan dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi produk perusahaan, harga dan desainnya. Bertanggung jawab untuk meminimalisasi investasi atau meningkatkan perputaran turn over bahan, yaitu dengan penentuan skedul arus bahan ke dalam perusahaan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data dan perkembangan pasar, perbedaan sumber-sumber penawaran supply dan memeriksa produk supplier untuk mengetahui kapasitasnya dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Sebagai tambahan, kadang bagian pembelian bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan. Prinsip Dasar Pembelian Menurut Indrajit dan Djokopranoto 2003, prinsip dasar yang dijadikan pedoman dalam melakukan hal-hal pokok dalam pelaksanaan fungsi pembelian yang perlu dijadikan pedoman atau acuan, adalah sebagai berikut The Right Price. The right price merupakan nilai suatu barang yang dinyatakan dalam mata uang yang layak atau yang umum berlaku pada saat dan kondisi pembelian dilakukan. The Right Quantity. Jumlah yang tepat dapat dikatakan sebagai suatu jumlah yang benar-benar diperlukan oleh suatu perusahaan atau perhotelan pada saat tertentu. The Right Time. The right time menyangkut pengertian bahwa barang tersedia setiap kali diperlukan. Dalam hal ini persediaan barang haruslah diperhitungkan karena jika ada persediaan barang tentunya ada biaya perawatan barang tersebut. The Right Place. The right place mengandung pengertian bahwa barang yang dibeli dikirimkan atau diserahkan pada tempat yang dikehendaki oleh pembeli. The Right Quality. The right quality adalah mutu barang yang diperlukan oleh suatu perusahaan sesuai dengan ketentuan yang sudah dirancang yang paling menguntungkan perusahaan. The Right Source. The right source mengandung pengertian bahwa barang berasal dari sumber yang tepat. Sumber dikatakan tepat apabila memenuhi prinsip-prinsip yang lain yaitu the right price, the right quantity, the right time, the right place, and the right quanlity. Jenis-jenis Sistem Pembelian Menurut Suarsana 2007, terdapat beberapa sistem atau cara yang biasa digunakan dalam kegiatan pembelian, yaitu sebagai berikut a. Sistem Kontrak Sistem pembelian barang untuk bahan makanan terutama jenis sayuran, buah-buahan dan makanan yang musiman adalah dengan mempergunakan surat perjanjian kontrak. Kontrak dilakukan dengan satu supplier atau lebih. Dalam surat kontrak ditekankan dalam mengenai kualitas, kuantitas dan harga barang. Masa berlaku surat kontrak untuk bahan makanan bisa mencapai 3 atau 6 bulan dan pembayarannya tetap dilakukan setiap bulan. b. Sistem Harian dan Bulanan Pihak perusahaan atau hotel bisa dengan bebas membeli barang-barang keperluannya dari beberapa supplier atau dari beberapa toko supermarket yang ada di sekitarnya. Dengan cara seperti ini pihak hotel tidak perlu melakukan sebuah analisa yang terlalu ketat terhadap kinerja dari beberapa supplier untuk dipilih. Cukup dengan berbelanja pada toko terdekat, toko swalayan bahkan pasar tradisional yang harganya lebih murah, baik secara kontan maupun secara utang bulanan. Namun sistem dan prosedurnya harus tetap sama yaitu dengan mencari informasi dimana toko atau supermarket dan pasar yang kualitas dan harga barangnya paling murah. c. Pembelian secara kontan Di bagian pembelian sebuah hotel pada umumnya menyiapkan uang kas yang jumlahnya tidak terlalu banyak yang disebut dengan kas kecil atau petty cash. Kas kecil ini dipergunakan untuk membeli barang keperluan operasional hotel, terutama bahan makanan keperluan dapur yang sering diminta secara mendadak. Pembelian dengan cara kontan dengan menggunakan kas kecil dilakukan untuk membeli bahan makanan atau minuman dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Hal seperti ini sering dilakukan pada saat gudang atau bagian dapur kehabisan bahan makanan yang sangat diperlukan pada saat itu juga. Pembelian secara kontan tidak dapat dilakukan setiap hari, tetapi hanya dilakukan jika keadaan sangat mendesak dan disinilah peranan seorang buyer atau driver dibagian pembelian sangat diperlukan kemampuannya. Fungsi Terkait dalam Sistem Akuntansi Pembelian Sistem akuntansi pembelian digunakan untuk melaksanakan pengadaan barang kebutuhan perusahaan. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah prosedur permintaan pembelian, prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok, prosedur order pembelian, prosedur penerimaan barang, prosedur pencatatan utang, dan prosedur distribusi pembelian. Menurut Supriyono 1999, fungsi-fungsi terkait dalam sistem akuntansi pembelian adalah sebagai berikut Fungsi Produksi. Fungsi produksi bertanggungjawab atas aktivitas yang berhubungan dengan jenis, jumlah, dan kapan bahan tersebut akan diperlukan dalam proses produksi. Fungsi Gudang. Fungsi gudang bertanggungjawab untuk mengajukan permintaan pembelian bahan baku sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Untuk barang-barang yang langsung dipakai tidak diselenggarakan persediaan barang di gudang, permintaan pembelian diajukan oleh pemakai barang. Fungsi Pembelian. Fungsi pembelian bertanggungjawab untuk memperoleh informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih. Fungsi Penerimaan Barang. Fungsi penerimaan barang bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi return penjualan. Fungsi Akuntansi. Fungsi akuntansi bertanggungjawab atas pencatatan yang berhubungan dengan transaksi persediaan bahan baku dan fungsi pencatat utang. Dalam sistem akuntansi pembelian fungsi pencatat persediaan bertanggungjawab untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli ke dalam kartu persediaan, sedangkan fungsi pencatat utang bertanggungjawab untuk mencatat transakasi pembelian kedalam register bukti kas keluar. Alur Prosedur dalam Sistem Akuntansi Pembelian Menurut Mulyadi 2016, sistem, alur dan prosedur yang bersangkutan dengan sistem akuntansi pembelian digambarkan dan dijelaskan sebagai berikut a. Prosedur permintaan pembelian Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak disimpan di gudang, misalnya untuk barang-barang yang langsung pakai, fungsi yang memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi pembelian dengan menggunakan surat permintaan pembelian. b. Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok Dalam prosedur ini, fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada para pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan. Perusahaan seringkali menentukan jenjang wewenang dalam pemilihan pemasok sehingga sistem akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagai berikut Sistem akuntansi pembelian dengan pengadaan langsung. Dalam sistem akuntansi pembelian ini, pemasok dipilih langsung oleh fungsi pembelian, tanpa melalui penawaran harga. Biasanya pembelian dengan pengadaan langsung ini meliputi jumlah rupiah yang kecil dalam sekali pembelian. Sistem akuntansi pembelian dengan penunjukan langsung. Dalam sistem akuntansi pembelian ini, pemilihan pemasok dilakukan oleh fungsi pembelian, dengan terlebih dahulu dilakukan pengiriman permintaan penawaran harga kepada paling sedikit tiga pemasok dan didasarkan pada pertimbangan harga penawaran dari para pemasok tersebut. Sistem akuntansi pembelian dengan lelang. Dalam sistem akuntansi pembelian ini, pemilihan pemasok dilakukan oleh panitia lelang yang dibentuk, melalui lelang yang diikuti oleh pemasok yang jumlahnya terbatas. c. Prosedur order pembelian Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan misalnya fungsi penerimaan, fungsi yang meminta barang, dan fungsi pencatat utang mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan. d. Prosedur penerimaan barang Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat laporan penerimaan barang untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok tersebut. e. Prosedur pencatatan utang Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok dan menyelenggarakan pencatatan utang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan utang. f. Prosedur distribusi pembelian Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang didebit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen. Dokumen-dokumen Dalam Sistem Akuntansi Pembelian Menurut Mulyadi 2016, dokumen-dokumen terkait yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian adalah sebagai berikut Surat Permintaan Pembelian. Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang atau fungsi pemakai barang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang tersebut dalam surat tersebut. Surat permintaan pembelian ini biasanya dibuat dua lembar untuk setiap permintaan, satu lembar untuk fungsi pembelian, dan tembusannya untuk arsip fungsi yang meminta barang. Surat Permintaan Penawaran Harga. Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang pengadaannya tidak bersifat berulang tidak repetitif yang menyangkut jumlah rupiah yang besar. Surat Order Pembelian. Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order pembelian yang dikirimkan kepada pemasok sebagai order resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Laporan Penerimaan Barang. Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jensi, spesifikasi, mutu, dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian. Surat Perubahan Order Pembelian. Perubahan terhadap isi surat order pembelian terkadang diperlukan dari yang sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas, jadwal penyerahan barang, spesifikasi, penggantian substitusi atau hal lain yang bersangkutan dengan perubahan desain atau bisnis. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian. Bukti Kas Keluar. Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran. Daftar Pustaka Aliminsyah dan Padji. 2003. Kamus Istilah Akuntansi. Bandung Yrama Widya. Mulyadi. 2016. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta Salemba Empat. Galloway, L., dkk. 2000. Operation Management in Context. Great Britain Butterworth-Heinemann. Brown. 2001. Pengertian Pembelian. Jakarta Elekmedia Komputindo. Assauri, Sofjan. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta Universitas Indonesia. Indrajit, dan Djokopranoto, R. 2003. Konsep Manajemen Supply Chain, Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. Jakarta Grassindo. Suarsana, Nyoman. 2007. Siklus Pengadaan Barang Aplikasi di Perhotelan dan Restoran. Yogyakarta Graha Ilmu. Supriyono. 1999. Akuntansi Biaya. Yogyakarta BPFE.
Pentingnya Mengelola Inventaris untuk Kelangsungan Bisnis Inventaris adalah kata lain dari stok atau persediaan barang yang dimiliki oleh perusahaan, kantor, atau pabrik. Bagaimana cara mengelola inventaris dengan tepat agar proses inventarisasi berjalan lancar? Simak di Blog Mekari Jurnal! Bagi Anda yang baru memulai bisnis atau usaha, penting bagi Anda untuk belajar dan memahami segala hal mengenai inventaris. Alasannya karena dari inventaris, Anda bisa memantau produktivitas bisnis atau usaha. pengelolaan inventaris merupakan salah satu pendorong bisnis untuk menghasilkan profit yang lebih optimal. Oleh karenanya tugas mengelola inventaris ini tidak boleh ditinggalkan seberapa lelahnya pun Anda mengurus bagian lain dalam bisnis dan seberapa kecilnya pun bisnis yang dijalankan. Sebelum beranjak ke cara mengelolanya, kita akan memahami dulu apa pengertian serta manfaat dari inventaris itu sendiri. Apa itu Inventaris? Terdapat beberapa pengertian dari ahli maupun KBBI tentang inventaris, apa saja itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI pengertian inventaris adalah daftar keseluruhan barang milik institusi baik itu sekolah, kantor, perusahaan, ataupun pemerintah yang digunakan sebagai alat untuk kegiatan operasionalnya. Sedangkan menurut Wikipedia, arti inventaris adalah sebuah kata yang diambil dari Bahasa Inggris yang berarti barang atau bahan milik suatu perusahaan dengan tujuan untuk diolah kembali menjadi produk lain yang nantinya akan dijual. Soemarsono SR menjelaskan bahwa inventaris artinya merupakan keseluruhan barang yang dimanfaatkan kantor dan disertai dengan kondisi barang, jenisnya, harga juga jumlahnya. Menurut Muhammad Ali, inventaris adalah daftar atau catatan barang milik perusahaan yang dipakai untuk menjalankan kegiatan usahanya. Daftar atau catatan tersebut, isinya adalah seluruh peralatan maupun bahan yang tersedia dan dimanfaatkan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan ataupun pengelolaannya. Sementara menurut definisi dari sisi IPTEK, inventaris kantor di dalam ilmu akuntansi ialah segala bentuk kegiatan maupun usaha untuk memperoleh data yang diperlukan mengenai persediaan barang yang dikelola ataupun dimilikinya. Baik barang yang dibeli dengan anggaran belanja ataupun diperoleh secara hibah, untuk kemudian dicatat dengan sebagaimana mestinya. Maka dapat disimpulkan bahwa pengertian inventaris adalah daftar atau catatan sumber daya yang penting bagi perusahaan agar bisa beroperasi dan mengelola sumber daya tersebut. Pencatatan atau inventarisasi harus dibuat dengan rapi, tujuannya adalah memudahkan pengecekan juga pengelolaan inventaris barang yang beragam dan berjumlah banyak. Hasil dari pencatatan tersebut juga akan dijadikan acuan data dalam menyusun laporan keuangan, di mana data harus valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan demikian, operasional perusahaan akan dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. Perusahaan akan lebih mudah melakukan evaluasi juga pengembangan berdasarkan data inventaris juga laporan keuangan. Kendali penuh inventory barang dengan Fitur Produk dan Inventory Barang Jurnal. Buktikan dengan coba gratis Jurnal sekarang! Tujuan Inventarisasi Inventarisasi dilakukan dengan tujuan untuk membantu kelancaran administrasi perusahaan maupun instansi agar aset dapat terawasi dengan baik. Adapun tujuan lain dari inventarisasi yaitu Menjaga sarana prasarana yang dimiliki oleh sebuah instansi atau perusahaan, Memudahkan kegiatan kontrol inventaris terhadap penggunaan budget perusahaan. Menjadi bahan pertimbangan untuk pengadaan atau pemeliharaan. Membantu merencanakan, menyalurkan, memelihara dan menyimpan aset yang dimiliki instansi/perusahaan. Sebagai pedoman untuk menghitung nilai kekayaan aset. Mempercepat proses pembuatan laporan. Sebagai bahan rujukan jika terjadi kecurangan pegawai atau pencurian dalam perusahaan/instansi. Untuk memeriksa dan mengontrol keluar masuk barang, termasuk barang hibah/pemberian. Mengapa Pengelolaan Inventaris Penting Bagi Bisnis? Ada beberapa alasan mengapa sebuah perusahaan harus mengelola inventaris yang ada. Selain berhubungan langsung dengan kegiatan usaha dan berpengaruh pada profitnya, juga untuk efektivitas kerja yang bertanggung jawab atas inventarisasi. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diperoleh ketika perusahaan mengelola inventaris dengan tepat. Meminimalkan Penyusutan Inventaris Dalam akuntansi, Anda tentu kerap mendengar istilah penyusutan atau depresiasi. Hal itu berarti berkurangnya nilai jual suatu barang. Umumnya, penyusutan terjadi pada aset atau aktiva perusahaan yang bersifat tetap. Kita ambil contoh yaitu kendaraan, makin lama dipakai maka nilai jualnya pun akan menyusut atau menurun. Sementara yang dimaksud dengan penyusutan pada inventaris biasanya dikarenakan kelalaian manusia. Akibat kesalahan tersebut terjadilah pengurangan atau penyusutan jumlah inventaris barang. Pengurangan atau penyusutan tersebut bisa karena kesalahan dalam pencatatan, kesalahan membuat alur inventarisasi atau bahkan pencurian. Untuk menghindari berbagai risiko tersebut, maka diperlukan adanya pengelolaan inventaris dengan benar. Sebab, penyusutan tersebut akan diakumulasikan dan muncul pada format laporan keuangan di kolom aktiva. Otomatis jumlah harta perusahaan pun berkurang. Hal ini bisa saja mempengaruhi kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan. Memudahkan Pengawasan Melalui Tata Letak Ketika perusahaan memiliki ribuan barang persediaan dan ditempatkan pada gudang yang amat luas, tentu akan sulit mengawasinya. Selain menguras waktu tentu juga menguras tenaga. Sebagai solusi untuk memudahkannya, maka dilakukan pengelolaan inventaris dengan memberlakukan sistem klasifikasi tata letak. Bahkan tidak jarang perusahaan yang sudah menggunakan metode barcode. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah dalam melakukan pengawasan, pengecekan bahkan saat harus melakukan stock opname atas barang persediaan. Risiko adanya barang kadaluarsa, rusak atau bahkan tidak layak juga akan lebih terminimalisir. Tonton video di bawah ini bagaimana PT. Permata Berlian Perkasa, perusahaan yang bergerak di bidang importir dan distributor menjawab tantangan pengelolaan inventaris dengan menggunakan software Mekari Jurnal. Peningkatan Pelayanan Terhadap Konsumen Pada saat Anda berhasil mengelola inventaris dengan tepat dan baik, otomatis persediaan barang akan selalu terpantau. Hal ini berimbas pada pelayanan terhadap konsumen yang tentunya lebih memuaskan. Konsumen akan lebih loyal pada produk yang stok barangnya tersedia. Bahkan tidak jarang mereka rela membayar lebih mahal, ketika Anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan cepat. Dengan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen dan memberi kepuasan pada mereka, ini bisa menjadi jalan pemasaran dari mulut ke mulut. Konsumen bisa merekomendasikan produk usaha Anda pada orang-orang di sekitarnya. Dengan begitu penjualan berpotensi untuk bertambah dan profit perusahaan pun akan meningkat. Sebagai Tolok Ukur Kinerja Pengelolaan Inventaris Pengelolaan inventaris dapat Anda ukur efektifitas kerjanya dengan menggunakan Key Performance Indicator KPI. Hal ini untuk meningkatkan semangat kerja dan suasana yang lebih kondusif di tempat kerja. Dengan etos kerja karyawan yang tinggi, Anda akan dipermudah dalam memantau serta mengelola inventaris perusahaan. Dari angka yang ditunjukkan oleh KPI, maka akan terlihat pencapaian perusahaan Anda dalam mengelola inventaris dan menerapkan fungsi akuntansi dengan lebih mudah. Kelola Invoice Terintegrasi Ke Dalam Laporan Keuangan Anda, Pelajari Fitur Invoice Online Jurnal Selengkapnya di sini! Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang! Bagaimana Cara Mengelola Inventaris dengan Tepat? Sebagai salah satu hal penting dalam perusahaan, maka harus dikelola dengan baik dan tepat. Berikut ini adalah cara pengelolaan inventaris atau stok barang yang bisa Anda terapkan dalam bisnis Anda. 1. Tentukan Penanggung Jawab yang Berkompeten dan Terpercaya Cara mengelola inventaris yang pertama yaitu dengan memilih tenaga kerja yang tepat untuk bertanggung jawab atas inventaris perusahaan dan bisa melakukan inventory control. Pilih yang memang paham seluk beluk inventaris dan mampu memberikan laporan terperinci, akurat dan terpercaya sehubungan dengan stok barang persediaan, termasuk keluar masuknya barang. Ia juga bertanggung untuk melakukan audit inventaris, pengembalian maupun isi ulang. 2. Tingkatkan Keamanan Keamanan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Terlebih jika perusahaan Anda memiliki inventaris dalam jumlah besar dalam gudang yang cukup luas. Anda bisa menggunakan CCTV untuk bisa mengawasi kondisi sekitar. Berikan akses khusus bagi penanggung jawab untuk bisa keluar masuk gudang, sehingga tidak semua orang bebas berkeliaran di gudang penyimpanan. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan pencurian atau kecurangan yang mengakibatkan penyusutan inventaris barang. 3. Pengklasifikasian Produk Pemisahan produk berdasarkan warna atau kode SKU juga barcode bisa memudahkan Anda dalam mengelola inventaris kantor. Dengan dua metode tersebut akan menghemat waktu juga tenaga dalam proses pengecekan. Kesalahan pencatatan stok atau kemungkinan barang hilang juga lebih bisa diminimalkan. 4. Pantau Stok dan Audit Secara Berkala Jangan malas untuk selalu memantau ketersediaan barang. Dengan begitu akan meminimalisir kekosongan barang atau bahkan deadstock. Dengan rajin memantau jumlah stok yang ada, Anda akan lebih mudah membuat estimasi produksi atau pemesanan barang dalam jumlah tepat. Anda juga harus melakukan audit secara berkala. Tujuannya yaitu menyesuaikan jumlah stok di gudang dengan catatan pada sistem. Apabila terdapat perbedaan, maka harus segera ditelusuri di mana letak penyebab ketidaksesuaian tersebut. Kelola Persediaan Barang Perusahaan dengan Software Mekari Jurnal! Untuk memudahkan Anda dalam mengelola persediaan barang atau inventaris kantor, Anda bisa menggunakan software inventaris barang, salah satunya adalah Mekari Jurnal. Dengan menggunakan Jurnal Anda dapat memiliki sistem inventory, di mana Anda akan mendapatkan fitur seperti Notifikasi atau pemberitahuan dan kalkulasi produk secara langsung. Pelacakan penjualan produk terbanyak, sehingga memungkinkan perusahaan Anda untuk mengantisipasi dengan pemenuhan stok yang lebih besar. Mengimpor data persediaan dalam jumlah besar. Melakukan pelacakan secara cepat terhadap persediaan stok barang dalam beberapa lokasi yang berbeda. Mengatur jumlah minimal stok, sehingga dapat melakukan pemesanan tepat waktu. Jadi, mulailah kelola persediaan bisnis Anda dengan mudah dan cepat bersama software akuntansi online Jurnal. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 14 hari. Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang! atau Konsultasi Ke Sales Jurnal Sekarang! Itulah sedikit penjelasan singkat mengenai apa itu arti pengertian inventaris barang atau kantor adalah dan bagaimana cara mengelola dengan tepat. Bagi Anda yang baru memulai usaha, pastikan untuk menerapkan cara pengelolaan inventarisasi di atas agar usaha Anda dapat bertahan dan makin berkembang.
laporan penerimaan barang kantor disebut juga