WirausahaSekolah Menengah Atas terjawab Keramik tradisional Banyak dibuat dengan menggunakan bahan alam kecuali a. feldspar b. kuarsa c. kaolin d. tanah liat e. semen 1 Lihat jawaban Jawaban 3.6 /5 31 GITAAA24 yg bukan kan? Ada pertanyaan lain? Cari jawaban lainnya Tanyakan pertanyaanmu Pertanyaan baru di Wirausaha 26.
perabotankeramik dibuat dari sumber alam berupah DS. David S. 20 November 2020 11:31. Pertanyaan. perabotan keramik dibuat dari sumber alam berupah. Mau dijawab kurang dari 3 menit?
Secaraprinsip keramik terbagi atas keramik tradisional dan keramik halus. Keramik tradisional dibuat dengan menggunakan bahan alam seperti kuarsa, kaolin dan lain-lain. Yang termasuk keramik tradisional adalah : barang pecah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industry (refractory).
Keramiktradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
FPCB8. SEJARAH PERKEMBANGAN KERAMIK Keramik telah di temukan sejak jaman dahulu,terbukti dengan ditemukan benda-benda sejarah yang terbuat dari tanah liat seperti guci-guci, wadah, perlengkapan tempat makanan, tempat air minum dan lain sebagainya. Keramik merupakan material organik non logam yang mengandung unsur logam dan non logam yang terutama berikatan ionik dan kovalen. Material dari keramik tersebut mengandung tingkat perbadaan dalam ikatan kimia nya. Keramik pada proses pembuatannya memiliki beberapa tahap proses agar pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama. Bahan pembuatan keramik terdiri dari tanah liat. Dari tanah liat tersebut lalu dapat diolah seperti menjadi batu bata,celengan,lantai yang terbuat dari keramik,piring,cobekan dan lain-lain. Pada umumnya material keramik memiliki tekstur keras dan rapuh,dengan tingkat kekerasan yang rendah. Keramik adalah bahan isolator yang dan panas yang baik karena tidak ada elektron yang terkonduksi. Material keramik memiliki titik leleh yang tinggi dan kestabilan kimia terhadap lingkungan yang tinggi karena tingkat kestabilan. Adapun tujuannya adalah ingin memberi informasi mengenai sejarah perkembangan keramik dan proses pembuatanya untuk menambah wawasan dalam matakuliah material teknik. SEJARAH PERKEMBANGAN KERAMIK DI INDONESIA Kepandaian membuat keramik di Indonesia sebenarnya sudah tua umurnya, sebagaimana halnya sejarah keramik diberbagai belahan Dunia, seperti China, Jepang, Mesir, Yunani, Korea, Thailand, Peru, Philipina, Vietnam dan lain sebagainya. Di mana ketrampilan membuat keramik tersebut muncul dan tumbuh secara alami, ada yang tumbuh dalam waktu yang bersamaan tanpa adanya pengaruh hubungan kebudayaan satu dengan lainnya. Kepandaian membuat keramik dapat dikatakan setua manusia mengenal api dan dapat memanfaatkannya. Penemuan teknik membuat keramik atau pengetahuan mengenai sifat tanah liat yang mengeras setelah dibakar, diperoleh secara tidak sengaja oleh orang primitif pada zaman Pra-sejarah. Ralph Mayerdalam bukunya A Dictionary of Art Term and Techniques, menyatakan bahwa kebanyakan seni primitif dibuat dari kayu, batu dan tanah liat, yang diciptakan untuk beberapa tujuan relegi atau tujuan yang praktis Mayer, 1969. Awal mulanya keramik dibuat cenderung sebagai āwadahā. Inspirasi pembuatan wadah tersebut berasal dari pemanfaatan buah-buahan berkulit tebal seperti labu, kelapa dan sebagainya, yang isinya dikeluarkan. Juga dari ruas-ruas pohon bambu, daun-daunan berukuran besar seperti daun pisang daun talas dan lainnya. Cekungan bekas telapak kaki dan batu pada tanah basah yang digenangi air hujan juga memberi inspirasi, dimana air yang tergenang tersebut dapat bertahan lama bahkan bisa berhari-hari lamanya. Berdasarkan kenyataan tersebut, suatu ketika orang memakai keranjang bambu yang dilapisi tanah liat sebagai tempat atau wadah cairan liquid dan wadah semacam ini tentu tidak bertahan lama. Secara tidak sengaja keranjang tersebut dibuang keperapian dengan maksud untuk dimusnahkan. Namun yang terjadi keranjangnya musnah, sedang tanah pelapis masih tersisa dan ditemukan mengeras dengan meninggalkan bekas anyaman keranjang. Dari pengalaman-pengalaman itulah, orang mulai dengan sengaja membentuk tanah liat secara utuh sebagai wadah dan untuk keperluan religi lainnya. Jenis-jenis Keramik Pada prinsipnya keramik terbagi menjadi dua, yaitu 1. Keramik tradisional Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah barang pecah belah dinnerware, keperluan rumah tangga tile, bricks, dan untuk industri refractory. 2. Keramik halus Fine ceramics keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti oksida logam Al2O3, ZrO2, MgO,dll. Penggunaannya elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. Joelianingsih, 2004 Jenis Keramik Menurut Kepadatan 1. Gerabah Earthenware Dibuat dari semua jenis bahan tanah liat yang plastis dan mudah dibentuk dan dibakar pada suhu maksimum 1000°C. Keramik jenis ini struktur dan teksturnya sangat rapuh, kasar dan masih berpori. Agar supaya kedap air, gerabah kasar harus dilapisi glasir, semen atau bahan pelapis lainnya. Gerabah termasuk keramik berkualitas rendah apabila dibandingkan dengan keramik batu stoneware atau porselin. Bata, genteng, paso, pot, anglo, kendi, gentong dan sebagainya termasuk keramik jenis gerabah. Genteng telah banyak dibuat berglasir dengan warna yang menarik sehingga menambah kekuatannya. 2. Keramik Batu Stoneware Dibuat dari bahan lempung plastis yang dicampur dengan bahan tahan api sehingga dapat dibakar pada suhu tinggi 1200°-1300°C. Keramik jenis ini mempunyai struktur dan tekstur halus dan kokoh, kuat dan berat seperti batu. Keramik jenis termasuk kualitas golongan menengah. 3. Porselin Porcelain Adalah jenis keramik bakaran suhu tinggi yang dibuat dari bahan lempung murni yang tahan api, seperti kaolin, alumina dan silika. Oleh karena badan porselin jenis ini berwarna putih bahkan bisa tembus cahaya, maka sering disebut keramik putih. Pada umumnya, porselin dipijar sampai suhu 1350°C atau 1400°C, bahkan ada yang lebih tinggi lagi hingga mencapai 1500°C. Porselin yang tampaknya tipis dan rapuh sebenarnya mempunyai kekuatan karena struktur dan teksturnya rapat serta keras seperti gelas. Oleh karena keramik ini dibakar pada suhu tinggi maka dalam bodi porselin terjadi penggelasan atau vitrifikasi. Secara teknis keramik jenis ini mempunyai kualitas tinggi dan bagus, disamping mempunyai daya tarik tersendiri karena keindahan dan kelembutan khas porselin. Juga bahannya sangat peka dan cemerlang terhadap warna-warna glasir. 4. Keramik Baru New Ceramic Keramik yang secara teknis, diproses untuk keperluan teknologi tinggi seperti peralatan mobil, listrik, konstruksi, komputer, cerobong pesawat, kristal optik, keramik metal, keramik multi lapis, keramik multi fungsi, komposit keramik, silikon, bioceramic, dan keramik magnit. Sifat khas dari material keramik jenis ini disesuaikan dengan keperluan yang bersifat teknis seperti tahan benturan, tahan gesek, tahan panas, tahan karat, tahan suhu kejut seperti isolator, bahan pelapis dan komponen teknis lainnya. Secara umum sifat keramik meliputi 1. Keras, kuat, tetapi bersifat getas atau mudah pecah. 2. Tahan terhadap korosi. 3. Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah. 4. Sifat listriknya dapat menjadi isolator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor. 5. Dapat bersifat magnetik dan non magnetik. Proses pembuatan keramik Penyiapan bahan mentah meliputi penggalian bahan mentah, penimbunan dan penggilingan. Penggalian bahan mentah, bahan mentah yang digunakan untuk keramik pada umumnya adalah lempung/tanah liat. Sebagian besar lempung merupakan bentuk endapan yang terletak di permukaan bumi sehingga penggaliannya dilakukan dengan cara terbuka. Penimbunan, bahan mentah hasil galian sebaiknya ditimbun dahulu. Selama dalam penimbunan, lempung ini diberikan air, jika perlu direndam dalam air. Hal ini perlu dilakukan agar partikel-partikel yang semula di bawah dan kurang menyerap air menjadi lebih lapuk dan menyerap air. Selain itu juga untuk melarutkan garam sulfat yang merugikan. Pada saat penimbunan ini, biasanya juga dilakukan pencampuran dengan bahan lain, misalnya pasir. Penggilingan, Untuk lempung yang berbentuk bongkahan yang keras, sebelum ditimbun digiling terlebih dahulu. Penggilingan dilakukan dengan menggunakan kollegrang yang dasamya berlubang-lubang untuk mendapatkan susunan besar butir yang lebih homogen. Selama digiling didalam alat ini, bahan yang sudah menjadi tepung ditambah dengan air sambil digiling, sehingga keluar dari kollegrang, bahan sudah berbentuk lempung basah. Untuk mendapatkan lempung yang lebih homogen, dilakukan penggilingan lagi di pugmillmixer. Selesai dari pugmill, bahan diolah lagi di dalam extruder. Di dalam alat ini lempung diaduk dan ditekan, sehingga dihasilkan lempung yang benar-benar padat berbentuk kolom segi empat atau bulat. Pembentukan Produk Keramik Proses pembentukan produk keramik sangat menentukan sifat fisik suatu produk keramik. Cara pembentukan keramik tergantung pada tujuan pemakaian, sifat bentuknya dan bahan dasamya. Ada empat cara pembentukan produk keramik, yaitu Cara pembentukan dengan proses lempung lembek soft mud process. Cara ini biasanya digunakan untuk membentuk produk keramik yang pembentukannya dikehendaki dengan lembek sehingga dapat dilakukan pembentukan dengan tangan. Cara ini biasanya dipakai untuk benda-benda khusus yang tidak dapat dikerjakan dengan alat lain, misalnya untuk produk keramik halus yang cara pembentukannya dengan proses putar. Di dalam proses ini, lempung bersifat lembek dengan kandungan air 25 ay 40 %, dengan syarat lempung masih cukup Ikuat menahan beratnya sendiri sehingga tidak terjadi perubahan bentuk. Cara pembuatan dengan proses lempung kaku Stiff mud. Masa yang dipakai berupa lempung kau yang cukup berat bila dicetak/dibentuk dengan tangan.. Kadar air lempung kaku dalam cara ini kurang lebih 15 ay 30 %. Biasanya cara ini memerlukan alat pembentuk extruder sehingga dari alat ini dikeluarkan suatu kolom tanah yang kaku. Kemudian kolom tanah ini dibentuk/dipotong, lalu dibentuk kembali menjadi produk tertentu. Cara ini biasanya dipakai dalam pembuatan produk keramik berat dan keramik banhan bangunan, misalnya genteng keramik, bata merah, bata berlubang, pipa tanah dan bentuk produk keramik kasar lainnya. Cara Pembentukan dengan masa slip. Cara ini dipakai bila lempung yang akan dicetak disiapkan dalam bentuk bubur yang halus sekali dan berbentuk lumpur cair. Biasanya lempung terdiri dari susunan butiran yang halus sekali. Kandungan air dalam lempung ini 12 ay 50 %. Cara ini biasanya dilakukan dengan membuat cetakan dari gips yang telah dibakar dan dengan cara mencetak tersebut dapat dibuat produk yang sama. Selain itu,juga memungkinkan untuk membentuk benda-benda yang sulit dibentuk dengan cara tangan atau mesin. Cara pembuatan ini biasanya digunakan untuk membuat produk sanitair doset, wastafel, Cara Pembentukan dengan proses kering. Dalam cara ini dipakai lempung/masa campuran yang berkadar air rendah 4 ay 12 %, sehingga masa tadi lembab. Cara membentuknya biasanya dengan alat kempa press yang bertekanan tinggi untuk mendapatkan produk yang mempunyai kepadatan tinggi pula. Cara ini umumnya dipakai untuk membuat produk keramik yang mempunyai kepadatan tinggi tetapi hasil bakarannya tidak sampai meleleh, misalnya dalam pembuatan produk ubin keramik, bata klinker dan bata tahan api. Pengeringan keramik keramik Pada saat keramik selesai dibentuk, biasanya mengandung air antara 7-30 % Itergantung cara pembentukkannya. Keramik ini masih dalam kondisi mentah dan basah sehingga untuk mengurangi kadar aimya perlu dikeringkan lebih dulu. Tujuan pengeringan adalah untuk mnguapkan air yang masih terkandung di dalam produk Imentah tadi, sehingga pada saat dibakar tidak banyak terjadi kerusakan, tidak berubah sifat maupun bentuknya. Pada saat pengeringan, akan terjadi penyusutan karena air di dalam bahan mentah akan menauao sehinaaa butir-butir masa I emouna akan mendekat satu sama akan terhenti apabila air yangā¦menguap telah mencapai A± Aā/ ā 1/3 kali. Apabila penyusutan telah selesai, makaA produk kering sudah tidak mengalami perubahan bentuk lagi . Pengeringan produk mentah dilakukan dengan 2 cara, yaitu Pengeringan alami, yaitu suatu cars pengeringan yang memanfaatkan matahari dan suhu di sekitar benda Kecepatan pengeringan alami tergantung oleh suhu udara di sekitarnya, kelembaban udara, kecepatan gerakan udara. Pengeringan buatan, yaitu cara pengeringan dengan menggunakan tungku pemanas sehingga radiasi panas dari tungku dimanfaatkan untuk mengeringkan keramik mentah tadi. Referensi
Keramik berasal dari bahasa Yunani Keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Namun secara ilmiah definisinya menjadi benda-benda yang dibuat dari bahan lunak dari alam yang dijadikan keras dengan cara pemanasan/ telah dimulai sejak tahun lalu. Ini berdasarkan hasil penggalian barang kuno di Mesir dimana ditemukan keramik yang dibuat 5000 tahun sebelum Masehi, dan penggunaan bata merah sejak 3000 tahun sebelum terkenal berasal dari Tiongkok 2600 tahun SM. Terbuat dari sejenis tanah putih yang dibakar porselen, disebut dengan tanah Kaolin. Sementara itu keramik di Eropa dimulai pada masa kejayaan romawi Yunani yang kemudian berkembang pesat pada abad 18. Di Indonesia, keramik dalam bentuk bata merah sudah digunakan sejak jaman Majapahit dan Sriwijaya terbukti dari beberapa peninggalan yang menyiratkan penggunaan keramik di masa awal abad 20, industri keramik di Indonesia di dominasi oleh industri bata dan genteng, ubin merah, alat-alat sanitair dan pipa tanah. Namun seiring berkembangnya teknologi, pemakaian keramik tidak hanya terbatas pada bahan bangunan dan alat rumah tangga melainkan meningkat pada keramik untuk industri teknik. Semisal keramik untuk teknik listrik dan teknik suhu tinggi seperti isolator listrik, busi kendaraan, transitor dan kapasitor, bata tahan api, ceramic metal, fibre optic, silicon, keramik adalah non logam, senyawa inorganik, biasanya senyawa ikatan oksigen, karbon, nitrogen, boron dan silikon. Sedangkan Bahan baku keramik berupa oksida-oksida mineral yang terdapat di alam berupa batuan maupun pelapukan dari batuan. Jenis oksida tersebut adalah SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, K2O dan Na2O. Oksida-oksida ini banyak terdapat pada tanah liat lempung, yang terdapat dalam bentuk batuan adalah feldspar, kwarsa dan batu kapur. āBatu Bata Batu bata yang terbuat dari tanah liat mungkin salah satu industri tertua dalam sejarah peradaban manusia. Dibuat dan digunakan selama Periode Neolitik Pra-Tembikar SM. Sedangkan penggunaan cetakan berbentuk kotak, baru dimulai sekitar 3000 ini hampir di semua jenis rumah tipe apapun kini menggunakan keramik sebagai pondasinya karena diyakini memberikan kesan elegan dan mewah pada rumah. Contoh pengaplikasian keramik sebagai bahan bangunan adalah batu bata. Batu bata dibuat dari tanah liat yang dicetak, selanjutnya melalui proses pembakaran khusus yang kemudian menjadi keras dan kokoh dan bisa bata yang umum digunakan adalah batu bata merah karena kekuatannya telah teruji dan material untuk membuatnyapun mudah didapatkan. Batu bata merah dibuat dari tanah liat, yang dicetak, kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Bukan sembarang tanah liat namun yang memiliki kandungan pasir bata merah umumnya berukuran Panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm. Berat rata-rata 3 kg/satuan tergantung merk dan asal pembuatannyaRumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah cenderung lebih kuat, kokoh dan tahan lama serta jarang sekali terjadi keretakan dinding. Rumah juga akan terasa lebih nyaman dan adem, bahkan material ini juga tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan bangunan dari bahaya api. ā Cara Pemasangan Keramik Memasang keramik bisa dibilang susah-susah gampang. Pengerjaan yang kita lihat kadang tidak mudah saat dilakukan sendiri. Bila memiliki ekstra budget tentu akan lebih baik menggunakan jasa professional, namun bila tidak Anda bisa mencoba beberapa tips menentukan jenis keramik, luas ruangan, warna dan motif keramik, pola yang akan digunakan, memastikan area yang akan dipasang keramik telah siap dan lain sebagainya, saatnya untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Peralatan untuk memasang keramik mencakup meteran, penggaris siku, sarung tangan, kacamata pengaman, palu karet, pemotong ubin/tang ubin, benang ukur dan paku, pisau plamur, cetok, tile spacer, waterpass alumunium bubble level, spons, spidol atau kapur, mortar sebagai perekat keramik dan tile grout sebagai pengisi ke tahap inti yakni pemasangan keramik. Dirangkum dari berbagai sumber berikut beberapa teknik sederhana dalam memasang keramik yakni Rendam keramik di dalam air. Fungsinya, menjadikan keramik lebih elastis dan mudah menempel pada saat pemasangan. Pasang nat keramik secara longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih mm agar tidak saling bertubrukan. Hal ini berkaitan dengan kualitas keramik. Kualitas keramik rendah menjadikannya sulit untuk dipasang secara presisi. Oleskan air semen ke bawah keramik. Cara ini membantu membuat daya rekat keramik ke adukan melekat kuat. Bersihkan dasar lantai yang akan dipasang keramik dari kerikil, batu, atau ganjalan lain yang potensial membuat rongga di bawah keramik. Padatkan secara merata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggian pemasangan, apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai. Pasang nat keramik belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat pada sisi keramik saat itu juga. Diamkan selama dua atau tiga hari. Ini akan membuat sisa udara yang mengendap keluar melalui nat yang belum ditutup. Setelah itu beri semen nat dan jangan lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran yang mengendap. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2ā3 hari untuk menghindari terinjak-injak. Karena keramik akan amblas sekiranya terkena beban berat karena adukan di bawahnya masih belum kuat. Periksa kembali hasil pemasangan yang sudah dilakukan. Meski yakin Anda telah memasang dengan baik dan sempurna, kerap masih ditemukan keramik yang kopong atau masih tersisa udara dibawahnya. Segera bongkar dan ulangi sejumlah tips memasang keramik yang bisa dicoba. Namun sekali lagi bila Anda menginginkan hasil terbaik, kami menyarankan untuk menggunakan jasa ahlinya. āHarga Keramik Saat pergi ke toko bangunan, Anda akan mendapati bahwa keramik lantai maupun dinding memiliki beberapa jenis ukuran mulai dari yang terkecil hingga terbesar. Mulai dari ukuran 20x20, 30x30, 40x40, 60x60, 30x60, dan juga beberapa ukuran jenis keramik roman lainnya. Demikian juga dengan merk dan jenis keramik. Anda hanya perlu membeli sesuai kebutuhan dan fungsi dalam membangun beberapa referensi harga keramik terbaru dari berbagai macam merk terbaik dan berkualitas tinggi semisal Roman, Granite, Milan, Hercules, Mulia, dll yang dapat dijadikan alternative untuk lantai maupun dinding rumah. Sebagai estimasi harga kami lampirkan beberapa merk familiar yang dapat menjadi acuan saat hendak membeli keramik. Merk Platinum mulai dari ukuran 20 x 20 cm, dengan isi 25 buah dibrandrol dengan harga Rp Sedangkan ukuran 30x30 cm estimasi harga Rp Untuk ukuran 60x60 cm kisaran harga Rp ā Rp Tergantung motif dan corak yang berikutnya adalah merk Roman yang penggolongannya didasarkan pada ukuran keramik yakni ukuran 20x20cm estimasi harga Rp sedangkan ukuran 40x40 cm mulai harga Rp ā Rp adalah contoh harga keramik berdasarkan hitungan per meternya merk Arwana. Untuk ukuran 20x20cm per m2 dengan corak tua estimasi harga mulai dari Rp sedangkan untuk warna marble ukuran 40x40 cm per m2 estimasi harga Rp beberapa estimasi tersebut dapat menjadi panduan untuk mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan. Solusi Cerdas Menata Apartemen Studio dengan Gaya Skandinavia
40 Contoh Soal Prakarya kelas 10 semester 2 dan Jawabannya kurikulum 2013 2021 SMA/MA/SMK/MAK - Soal-soal Prakarya dan kewirausahaan postingan ini berisikan materi yang diambil dari Bab 1, "Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal". Di mana contoh soal dengan materi yang sama telah admin publish pada tahun sebelumnya baca contoh soal wirausaha kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal, tetapi tentu saja dengan pertanyaan dan Jawaban yang berbeda karena soal-soal pada postingan ini, diambil dari kurikulum 2013 edisi revisi 40 butir sol 25 PG + 15 Essay/uraian yang bisa siswa menengah atas/sederajat pelajari sebagi referensi belajar online mata pelajaran prakaya sebelum menghadapi ujian yang sebenarnya. Berikut di bawah ini soal prakarya kelas x semester genap kurtilas edisi revisi dilengkapi kunci jawaban dengan pertanyaan dimulai dari nomor 1. 1. Alat pada gambar di bawah ini adalahā¦. a. alat pemutar tangan b. alat pemutar kaki c. alat pemotong d. tungku pembakaran e. butsir Jawaban d 2. Salah satu tujuan kewirausahaan kerajinan inspirasi budaya lokal, yaituā¦. a. mendidik masyarakat agar hidup sederhana b. menciptakan tenaga kerja baru c. sebagai generator pembangunan ekonomi d. menumbuhkan pelaku usaha yang berkualitas dan melestarikan budaya e. melestarikan budaya Indonesia Jawaban d 3. Orang yang memiliki kemampuan dalam melihat dan menilai berbagai peluang usaha adalah seorangā¦. a. perajin b. pemahat c. wirausaha d. pelukis e. pemusik Jawaban c 4. Alat yang berfungsi untuk membuat hiasan saat tembikar yang masih basah disebutā¦. a. sundip b. butsir c. rol kayu d. pisau pahat e. spons Jawaban a 5. Lapisan yang berkilap pada lapisan produk keramik disebutā¦. a. polytur b. glasir c. pernis d. silikon e. poxy Jawaban b 6. Dalam rangka memperkenalkan produk baru agar konsumen mengenalnya dan bisa bersaing dengan perusahaan lain, maka wirausahawan harus mengadakanā¦. a. promosi b. observasi c. memberikan diskon d. memperbanyak produksi e. memperbanyak salesman Jawaban a 7. Tempat air seperti teko yang terbuat dari tanah liat biasa disebutā¦. a. tempayan b. kendi c. kuali d. guci e. gentong Jawaban b 8. Keramik tradisional banyak dibuat dengan menggunakan bahan alam, kecualiā¦. a. feldspar b. kuarsa c. kaolin d. tanah liat e. semen Jawaban e Baca juga kumpulan soal-soal prakarya lainnya di - Soal prakarya wirausaha budi daya tanaman hias kelas 10 semester 2 - soal essay prakarya kelas 11 semester 2 tentang budi daya pembenihan ikan hias 9. Berikut ini kertas yang digunakan untuk bahan kemasan, kecualiā¦. a. kertas perkamen b. kertas glasin c. kertas lilin d. kertas plastik e. kertas koran Jawaban e 10. Patung berwujud sepasang pengantin Jawa yang menggunakan pakaian adat Jawa dengan atribut lengkap biasa disebut sebagaiā¦. a. Sendang Pancuran b. Loro Amis c. Sugeng Rawuh d. Dwarapala e. Loro Blonyo Jawaban e Lanjut ke soal prakarya nomor 11-25 ==> 40 contoh soal prakarya kelas 10 kerajinan inspirasi objek budaya lokal Thanks for reading 40 Contoh Soal Prakarya kelas 10 semester 2 dan Jawabannya kurikulum 2013 2021
Kata keramik awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil karya seni dan teknologi yang menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti genteng, gerabah, porselin dan lainnya. Bahan baku keramik yang sering dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur Kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Keramik mempunyai sifat rapuh, kuat dan kaku, dan secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik disbanding kekuatan tariknya. Secara prinsip keramik terbagi atas keramik tradisional dan keramik halus. Keramik tradisional dibuat dengan menggunakan bahan alam seperti kuarsa, kaolin dan lain-lain. Yang termasuk keramik tradisional adalah barang pecah dinnerware, keperluan rumah tangga tile, bricks, dan untuk industry refractory. Keramik halus atau fine ceramics keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, technical ceramic adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti oksida logam Al2O3, ZrO2, MgO, dll. Penggunaannya elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. Sifat keramik yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau repuh seperti yang kita lihat pada keramik tradisional terkecuali keramik hasil sentering, dan campuran sintering antara keramik dengan logam. Sifat lainnya adalah tahan suhu tinggi, misalnya keramik tradisional yang terdiri dari clay, flint dan feldfar tahan hingga suhu 1200oC dan keramik engineering seperti keramik oksida tahan hingga suhu 2000 oC. Serta kekuatan tekan tinggi keramik yang memicu perkembangan penelitian tentang keramik. Salah satu produk keramik yaitu keramik putih. Whiteware atau keramik putih adalah nama umum yang diberikan untuk produk keramik yang biasanya berwarna putih dan mempunyai tekstur jaringan halus. Keramik ini dibuat dari bahan dasar lempung kualitas terpilih dan fluks dalam jumlah bervariasi yang dipanaskan pada suhu cukup tinggi 1200 - 1500 oC di dalam tanur kiln. Oleh karena jumlah dan macamnya fluks beragam, terdapat pula keragaman dalam tingkat vitrifikasi di antara keramik putih ini, mulai dari keramik tanah sampai pada keramik cina ke kaca. Keramik tanah earhware atau kadang disebut barang pecah belah semi ke kaca semivitreous dinnerware, adalah keramik berpori dan tidak transluen dengan glasir lunak. Sedangkan keramik cina chinaware atau keramik vitrifikasi transluen dengan glasir sedang dan tahan terhadap abrasi pengikisan tertentu. Keramik cina ini digunakan untuk tugas nonteknik. Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekanan sedemikian rupa kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi. Berbeda dengan keramik tradisional, sebagian besar keramik industry dibentuk dari bubuk kimia khusus seperti silicon karbida, alumina dan barium titanate. Material yang digunakan untuk membuat keramik ini biasanya digali dari perut bumi dan dihancurkan hingga menjadi bubuk. Produsen seringkali memurnikan bubuk ini dengan mencampurkannya dengan suatu larutan hingga terbentuk endapan pengotor. Kemudian endapan tadi disaring dan bubuk material keramik dipanaskan untuk menghilangkan impuritis dan air. Hasilnya, bubuk dengan tingkat kemurnian tinggi dan berukuran sekita 1 mikrometer centimeter. Setelah pemurnian, biasanya ditambahkan sedikit wax lilin untuk melekatkan bubuk keramik agar mudah dibentuk. Plastik juga dapat ditambahkan untuk mendapatkan kelenturan dan kekerasan tertentu. Bubuk tersebut dapat dibentuk berbeda-beda dengan beragam proses pembentukan molding. Proses molding ini diantaranya slip casting proses pelubangan keramik, pressure casting bubuk keramik dituangkan pada cetakan dan diberi tekanan hingga menjadi lapisan solid keramik, injection molding pembuatan objek keramik, dan extrusion untuk pemotongan bentuk keramik menjadi pipa keramik, ubin atau bata modern. Keramik dinilai dari propertinya, termasuk juga keramik industri. Kegunaan keramik beragam disesuaikan dengan kemampuan dan daya tahannya. Keramik dengan property elektrik dan magnetic dapat digunakan sebagai isolator, semikonduktor, konduktor dan magnet. Keramik dengan properti berbeda dapat digunakan pada aerospace, biomedis, konstruksi bangunan dan industry nuklir. Dalam pengembangan proses pembuatannya, biasanya terdapat beberapa permasalahan seperti temperatur tidak bisa naik seperti yang diinginkan, hasil bakar tidak sesuai dengan temperatur yang sebenarnya, hasil bakar terlihat agak hitam, dan kendala lainnya. Dan untuk mendapatkan hasil pembakaran keramik yang baik, dan memperpendek waktu pembakaran. Untuk mengatasi temperatur yang tidak bisa naik, dilakukan pelebaran cerobong tungku dan dilengkapi penutup cerobong yang bisa diatur demper, memberbesar lubang dasar tungku yang menuju cerobong, dan memperbesar lubang burner. Untuk hasil bakar yang gosong, dilakukan dengan memperbesar lubang angin, bahan bakar ditambah dan lubang oksigen diperbesar, memperhatikan jarak keramik dengan api, dan penambahan waktu lebih lama khusus pada saat mencapai temperatur tinggi. Ref
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kata keramik awalnya berasal dari bahasa Yunani, keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil karya seni dan teknologi yang menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti genteng, gerabah, porselin dan lainnya. Bahan baku keramik yang sering dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur Kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Keramik mempunyai sifat rapuh, kuat dan kaku, dan secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik disbanding kekuatan tariknya. Secara prinsip keramik terbagi atas keramik tradisional dan keramik halus. Keramik tradisional dibuat dengan menggunakan bahan alam seperti kuarsa, kaolin dan lain-lain. Yang termasuk keramik tradisional adalah barang pecah dinnerware, keperluan rumah tangga tile, bricks, dan untuk industry refractory. Keramik halus atau fine ceramics keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, technical ceramic adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti oksida logam Al2O3, ZrO2, MgO, dll. Penggunaannya elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. Sifat keramik yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau repuh seperti yang kita lihat pada keramik tradisional terkecuali keramik hasil sentering, dan campuran sintering antara keramik dengan logam. Sifat lainnya adalah tahan suhu tinggi, misalnya keramik tradisional yang terdiri dari clay, flint dan feldfar tahan hingga suhu 1200oC dan keramik engineering seperti keramik oksida tahan hingga suhu 2000 oC. Serta kekuatan tekan tinggi keramik yang memicu perkembangan penelitian tentang keramik. Salah satu produk keramik yaitu keramik putih. Whiteware atau keramik putih adalah nama umum yang diberikan untuk produk keramik yang biasanya berwarna putih dan mempunyai tekstur jaringan halus. Keramik ini dibuat dari bahan dasar lempung kualitas terpilih dan fluks dalam jumlah bervariasi yang dipanaskan pada suhu cukup tinggi 1200 - 1500 oC di dalam tanur kiln. Oleh karena jumlah dan macamnya fluks beragam, terdapat pula keragaman dalam tingkat vitrifikasi di antara keramik putih ini, mulai dari keramik tanah sampai pada keramik cina ke kaca. Keramik tanah earhware atau kadang disebut barang pecah belah semi ke kaca semivitreous dinnerware, adalah keramik berpori dan tidak transluen dengan glasir lunak. Sedangkan keramik cina chinaware atau keramik vitrifikasi transluen dengan glasir sedang dan tahan terhadap abrasi pengikisan tertentu. Keramik cina ini digunakan untuk tugas nonteknik. Keramik industri dibuat dari bubuk yang telah diberi tekanan sedemikian rupa kemudian dipanaskan pada temperatur tinggi. Berbeda dengan keramik tradisional, sebagian besar keramik industry dibentuk dari bubuk kimia khusus seperti silicon karbida, alumina dan barium titanate. Material yang digunakan untuk membuat keramik ini biasanya digali dari perut bumi dan dihancurkan hingga menjadi bubuk. Produsen seringkali memurnikan bubuk ini dengan mencampurkannya dengan suatu larutan hingga terbentuk endapan pengotor. Kemudian endapan tadi disaring dan bubuk material keramik dipanaskan untuk menghilangkan impuritis dan air. Hasilnya, bubuk dengan tingkat kemurnian tinggi dan berukuran sekita 1 mikrometer centimeter. Setelah pemurnian, biasanya ditambahkan sedikit wax lilin untuk melekatkan bubuk keramik agar mudah dibentuk. Plastik juga dapat ditambahkan untuk mendapatkan kelenturan dan kekerasan tertentu. Bubuk tersebut dapat dibentuk berbeda-beda dengan beragam proses pembentukan molding. Proses molding ini diantaranya slip casting proses pelubangan keramik, pressure casting bubuk keramik dituangkan pada cetakan dan diberi tekanan hingga menjadi lapisan solid keramik, injection molding pembuatan objek keramik, dan extrusion untuk pemotongan bentuk keramik menjadi pipa keramik, ubin atau bata modern. Keramik dinilai dari propertinya, termasuk juga keramik industri. Kegunaan keramik beragam disesuaikan dengan kemampuan dan daya tahannya. Keramik dengan property elektrik dan magnetic dapat digunakan sebagai isolator, semikonduktor, konduktor dan magnet. Keramik dengan properti berbeda dapat digunakan pada aerospace, biomedis, konstruksi bangunan dan industry nuklir. Dalam pengembangan proses pembuatannya, biasanya terdapat beberapa permasalahan seperti temperatur tidak bisa naik seperti yang diinginkan, hasil bakar tidak sesuai dengan temperatur yang sebenarnya, hasil bakar terlihat agak hitam, dan kendala lainnya. Dan untuk mendapatkan hasil pembakaran keramik yang baik, dan memperpendek waktu pembakaran. Untuk mengatasi temperatur yang tidak bisa naik, dilakukan pelebaran cerobong tungku dan dilengkapi penutup cerobong yang bisa diatur demper, memberbesar lubang dasar tungku yang menuju cerobong, dan memperbesar lubang burner. Untuk hasil bakar yang gosong, dilakukan dengan memperbesar lubang angin, bahan bakar ditambah dan lubang oksigen diperbesar, memperhatikan jarak keramik dengan api, dan penambahan waktu lebih lama khusus pada saat mencapai temperatur tinggi. Ref Lihat Nature Selengkapnya
keramik tradisional banyak dibuat dengan menggunakan bahan alam kecuali