RADARSEMARANGID, Salatiga - Besarnya permintaan singkong keju D9 menjelang lebaran tidak diimbangi dengan pasokan bahan baku. Meski di H-1 pengunjung belum terlalu ramai, pihak manajemen hanya membuka satu dari dua toko yang ada di Ledok. Putri, salah satu karyawan menyebut jika D9 hanya membuka satu toko karena pasokan ketela bahan baku hanya dua ton. "Jika [] WalikotaSalatiga, Yuliyanto mengatakan produksi singkong di Salatiga sendiri tahun 2020 mencapai 638 ton dengan luas tanam 44,9 ha. Pada Tahun 2021 luas pertanaman sudah mencapai sampai 36 ha. "Kampung Singkong Salatiga ini melibatkan 33 resto atau cafe, menyajikan berbagai menu dari 8 ton singkong perhari dipasok petani," ujar Yulianto. GCDr. IGsukmawati_rsRenyah, gurih, plus ditabur keju, siapa yang tak suka jajanan satu ini? Pembuatannya sederhana dan tak butuh banyak bahan. Pada dasarnya, singkong punya rasa gurih yang khas. Nah, apalagi jika digoreng crispy dengan tekstur dalamnya yang lembut, lalu diberi taburan keju di atasnya. Saking populernya, singkong keju bisa ditemui dengan mudah di sudut kota manapun. Atsarina Luthfiyyah Senior EditorMemiliki pengalaman pendidikan di bidang Tata Boga dan Jurnalistik. Hobi menulis, traveling dan memasak. S2 Universitas Gadjah Mada Ilmu KomunikasiHubungi Kami di [email protected] Kami datang ketika jam sudah menunjuk angka sembilan lebih, ketika malam makin menggelayuti kota Salatiga. Jumat malam itu, setelah menaruh barang di rumah yang disediakan kawan saya yang punya hajatan, saya dan teman-teman dari Palangkaraya mengunjungi Café D-9, café spesialis singkong keju yang paling top di Salatiga. Singkong keju D-9 sudah saya dengar setahun belakangan ini. Saya pernah mencicipinya sepotong ketika ada teman kantor membawanya. “Salatiga kini terkenal gara-gara singkong keju ini,” ujar teman saya yang punya bisnis sampingan toko oleh-oleh. Singkong tersebut memang empuk, renyah, dan gurih. Dari baca-baca di internet, rupanya merk D-9 itu adalah nama blok sel empunya, Hardadi, saat mendekam di penjara Solo. Singkong keju D-9 itu memang produksi Hardadi setelah ia keluar dari penjara dan kemudian harus putar otak mencari penghasilan untuk istri dan tiga anaknya. Rumah yang menjadi Café D-9 di Jalan Argowiyoto itu, sudah sepi ketika kami tiba. Terlihat sejumlah rumah di sana kini dijadikan kios toko oleh-oleh –terutama penganan singkong. Saya yakin jika siang atau hari libur gang ini pasti hiruk pikuk. Konon, demikian menurut sejumlah orang, pengunjung mengantri untuk membeli singkong D-9 itu. Hanya ada dua mobil parkir malam itu dan saya melihat hanya ada tiga tamu yang duduk di sebuah meja. Kami memilih duduk di bangku panjang dan beberapa teman segera memesan “singkong keju.” Toppingnya macam-macam, ada coklat, keju dll. Untuk minumannya saya memesan wedang uwuh -minuman khas Yogya yang di dalamnya terendam dengan damainya berbagai rempah-rempah. Singkong dan wedang uwuh, yang keduanya dinikmati panas-panas, adalah pasangan abadi yang pas….. Kami beruntung malam itu sang bos Singkong Keju D-9, Pak Hardadi, belum pulang, Ia tersenyum kecil ketika saya mengajaknya duduk bersama kami. Saya kenalkan bahwa kami dari Bandung, Bogor, dan Palangkaraya. Saya dan kawan-kawan pun kemudian bertanya segala hal tentang bisnis singkong kejunya. “Ini semua rezeki dari Allah,” katanya. “Memang nama D-9 itu nama blok saya saat saya di penjara selama enam bulan di Solo,” katanya ketika saya tanya apakah benar D-9 itu nama blok sel-nya. “Kasus apa?,” tanya saya lagi. “Narkoba,” ujarnya, perlahan. Pak Hardadi berkisah, seusai menjalani hukuman penjara, ia kemudian bekerja apa pun untuk menghidupi keluarganya. “Yang penting halal,” ujarnya. Tempat jualannya antara lain di lapangan, di pinggir jalan. Sampai suatu ketika ia teringat pada makanan singkong keju yang pernah dicicipinya saat bekerja di Jakarta. “Saya memutuskan berjualan singkong keju.” Saat kami tanya apakah ia bersedia menjelaskan rahasia singkong kejunya, ia mengangguk. “Singkong itu digoreng dua kali. Yang pertama, setelah digoreng dimasukkan ke dalam bumbu dan kemudian digoreng lagi.” ujarnya Berdiri sejak 2010, setiap pekan tak kurang 5 ton singkong dikirim dari berbagai daerah di Jawa Tengah ke rumahnya itu. Tidak semua singkong ternyata bisa menjelma menjadi singkong keju yang nikmat. Pak Hardadi menyebut, salah satu jenisnya singkong Gatotkoco -jenis singkong yang tidak pernah saya dengar di Bogor. “Kebanyakana singkong itu datang dari daerah Wonosobo,” ujarnya. Pak Hardadi mengajak kami ke tempat pengolahan singkong kejunya. “Tidak jauh kok, di depan itu,” ujarnya menunjuk sebuah gang di depan kami duduk. Beberapa teman, yang sedang asyik makan singkong keju yang nikmat itu segera menghentikan aktivitas tangan dan mulutnya. “Nanti, habis lihat tempat pengolahan singkong itu, kita makan lagi…” ujar seorang teman sembari berdiri mengikuti Pak Hardadi. Setelah melewati sebuah gang sejauh sekitar 20 meter kami sampai ke “pusat” pembuatan singkong keju. Sebuah mobil bak terbuka tengah menumpahkan muatannya yang penuh singkong. Sebagian dimasukkan ke dalam bak air –untuk mencuci sekaligus menjaga kualitasnya. Beberapa pekerja memotong singkong dengan sebuah alat. “Kita lihat ke sana,” kata Pak Hardadi mengajak kami ke sebuah rumah di seberang tempat penampungan singkong. Inilah tempat penggorengan, penyortiran, sekaligus packaging Singkong Keju D-9. Sejumlah ibu terlihat memilah-milah, memotong, dan memasukkan singkong ke kardus dan plastik. Dilakukan manual tapi terlihat hieginis. Para ibu-ibu tersebut saya yakin pasti warga sekitar. Singkong di dalam plastik itu, menurut Pak Hardadi, akan tahan lama jika dimasukkan freser. Singkong D-9 memang sudah melanglang ke mana-mana. Bahkan ada agen yang mengirimkannya hingga ke Freeport, perusahaan emas di pegunungan Papua sana. “Pengirimannya harus beku supaya kualitasnya tidak rusak,” katanya. Jika dulu Pak Hardadi sendiri yang ke sana- ke mari mencari singkong, kini ada pemasok yang mengirim singkong secara rutin. Pak Hardadi kini tak sekadar “menghidupkan” para petani singkong, juga sekitar seratus orang yang bekerja di tempatnya – Café dan “pabrik singkong D-9- di Jalan Argowiyoto tersebut. Ketika saya bertanya, apakah ia bersedia untuk membagi “ilmu persingkongannya” jika teman-teman saya mengundangnya ke Palangkaraya, ia menggangguk. “Tentu, saya akan membagi apa yang saya ketahui, tidak ada yang saya rahasiakan,” katanya. Kami kemudian balik lagi ke café D-9. Beberapa teman sudah tak sabar untuk melahap singkong keju aneka topping yang tadi kami tinggal. Tapi, lho, meja ternyata sudah bersih. Aneka singkong keju dan minuman yang tadi kami pesan sudah lenyap dengan sukses. “Maaf saya kira sudah selesai,” ujar seorang pelayan dengan wajah bersalah. Ya, tadi kami lupa memberi pesan kepada pelayan café, singkong keju kami jangan diangkut dulu. Ketika seorang teman meminta agar kami dibuatkan kembali singkong keju seperti yang tadi kami order, jawaban sang pelayan membuat kami tersenyum kecut. “Maaf singkong seperti yang dipesan tadi sudah habis…..” Sepertinya Anda menggunakan alat otomatisasi untuk menelusuri situs web kami. Mohon verifikasi bahwa Anda bukan robot Referensi ID 16e6c4fa-0c3e-11ee-bfa2-674c6563455a Ini mungkin terjadi karena hal berikut Javascript dinonaktifkan atau diblokir oleh ekstensi misalnya pemblokir iklan Browser Anda tidak mendukung cookie Pastikan Javascript dan cookie diaktifkan di browser Anda dan Anda tidak memblokirnya. Outlet Singkong Keju D-9 di Argomulyo Salatiga Foto Dok. Pribadi Jika anda pernah berkunjung ke kota Salatiga, oleh-oleh apa yang biasanya anda bawa? Mungkin anda sudah tahu tentang Enting-enting Gepuk, Ampyang Kacang, Wingko Babat, Tahu Bakso, dan Getuk Kethek getuk tiga warna dan tiga rasa dari singkong yang dihaluskan sebagai oleh-oleh khas Salatiga dan sekitarnya. Namun, sebetulnya, selain ketiga makanan tersebut, sebetulnya ada satu makanan khas kota Salatiga yang juga sering dicari oleh pendatang, yaitu Singkong keju merupakan makanan yang berbahan dasar singkong atau telo dalam bahasa Jawa, yang diolah menggunakan bumbu yang dicampur keju dengan beberapa varian rasa. Bahan baku berkualitas yang dicampur dengan bumbu spesial, menjadikan singkong dapat disulap menjadi beberapa produk olahan yang cukup berkelas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada sekedar direbus atau digoreng. Singkong Keju Frozen Siap Goreng D-9 Foto Dok. PribadiSalah satu pusat oleh-oleh singkong keju yang sangat terkenal di Salatiga adalah Singkong Keju D-9. Usaha singkong keju yang terletak di Jl. Argowiyoto I No. 8A Kelurahan Ledok Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga tersebut berhasil menjadikan singkong sebagai makanan lezat, nikmat, berkelas dan banyak dicari pengunjung dengan variasi olahannya yang tak kurang dari 15 jenis makanan yang ditawarkan. Varian Menu di Singkong Keju D-9 Singkong Sambal Matah, Singkong Keju dan Singkong Keju Coklat Foto Dok. PribadiKita dapat menemukan varian olahan singkong seperti Singkong Keju Original, Singkong Keju Coklat, Singkong Sambal Matah, Pancake Telo, Burger Telo, Kolak Singkong, Cream Sup Telo dan masih banyak varian makanan lainnya. Semua varian olahan singkong tersebut dapat diperoleh di outlet Singkong Keju D-9 atau di Café Telo yang terletak persis disamping outlet dan dibuat khusus untuk menemani keluarga yang sedang berbelanja oleh-oleh. Beberapa Menu Baru yang Tersedia di Cafe Telo D-9 Foto Dok. PribadiSang pemilik, Pak Hardadi memulai usaha Singkong Keju D-9 pada akhir tahun 2009 dengan modal yang terbatas. Sebelum memulai bisnis singkongnya, pak Hardadi berjualan nasi dengan pikiran seandainya tidak laku, keluarganya masih bisa makan. Sedikit-demi sedikit keuntungan yang didapatnya dikumpulkan dan dipakai untuk modal membeli minyak goreng, keju dan singkong. Saat ini, omset usaha singkong keju D-9 mencapai 4 ton singkong/hari di hari biasa dan bisa mencapai 6 ton/hari saat libur panjang atau lebaran. Bahan baku singkong D-9 didatangkan langsung dari daerah Wonosobo dan Magelang serta beberapa daerah di Salatiga. Pak Hardadi hanya menggunakan singkong yang memiliki kualitas super untuk membuat produknya. Jika bahan baku singkongnya kurang bagus, rasa yang didapatkannya tidak akan maksimal dan beliau tidak akan menggunakan bahan seperti itu. Singkong Keju D-9 memiliki standard kualitas tertentu yang harus dipenuhi untuk singkong olahannya. Ide awal dimulainya usaha singkong keju D-9 didapatkan pak Hardadi dibalik jeruji besi. Ya, pak Hardadi pernah merasakan tinggal di lembaga pemasyarakatan kelas I Surakarta karena penyalahgunaan narkoba. Pada awal tahun 2009, beliau tertangkap polisi dan diganjar hukuman 6 bulan penjara. Nama D-9 diambil dari nama tempat tinggalnya di Lapas Kelas I Surakarta dimana Blok D adalah Blok Narkoba dan 9 adalah nomor sel tempat Pak Hardadi tinggal. Benda dan Jenis Narkoba yang Pernah Akrab dalam Kehidupan Pemilik Singkong Keju D-9 Foto Dok. PribadiPengalaman tinggal di Lapas tersebut membuat pak Hardadi merasa sangat bersalah terhadap keluarga dan kedua orang tuanya serta bertekad harus berubah menjadi lebih baik setelah keluar. Berkat dukungan keluarga yang sangat kuat terutama istri beliau Ibu Kris, mendorong pak Hardadi kembali bangkit dan menjadikan pengalamannya sebagai pelajaran berharga. Bahkan di outletnya, Pak Hardadi memajang contoh-contoh benda yang sangat erat kaitannya dengan narkoba untuk selalu mengingatkan dirinya dan mengedukasi pelanggannya agar berhati-hati dan waspada jika di rumahnya ditemukan benda-benda seperti itu. Pak Hardadi dan Istri Saat Menjadi Bintang Tamu di Kick Andy Show Foto Twitter Kick Andy ShowSaat ini, tekadnya telah terbukti dengan suksesnya bisnis Singkong Keju D-9 yang telah turut memberdayakan tetangga sekitarnya dengan memiliki kurang lebih 120 karyawan. Motto hidup Pak Hardadi adalah “beribadah sambil bekerja”, bukan sebaliknya. Dengan tekadnya tersebut, beliau telah memberangkatkan beberapa karyawannya umrah ke tanah suci. Pak Hardadi juga mewajibkan karyawannya yang beragama islam untuk selalu sholat 5 waktu. Apabila ada karyawan yang beragama islam tidak melaksanakan sholat, maka beliau menyarankan untuk berhenti bekerja padanya. Begitulah penuturan kakak ipar pak Hardadi, Ibu hal pemasaran produk, Singkong Keju D-9 masih menggunakan metode datang langsung ke outlet atau melakukan pemesanan melalui telepon. Hal ini dikarenakan saat ini, Singkong Keju D-9 masih fokus memenuhi permintaan pelanggan yang cukup banyak setiap yang biasanya dipesan dan dikirim kepada pelanggan adalah Singkong Keju original frozen yang siap goreng. Saat ini Singkong Keju D-9 belum membuka agen atau reseller resmi meskipun banyak pihak yang ingin mendaftar. Mereka yang ikut memasarkan masih menggunakan sistem beli putus dengan resiko yang ditanggung sendiri. Bagi anda yang penasaran dengan varian olahan singkong keju D-9 Salatiga, anda dapat melihat di akun media sosial mereka yaitu cafe telo D9 atau singkong keju D9 facebook dan cafetelo_D9 Instagram. Jadi, kapan anda ke Salatiga? Sepertinya Anda menggunakan alat otomatisasi untuk menelusuri situs web kami. Mohon verifikasi bahwa Anda bukan robot Referensi ID 15975916-0c3e-11ee-9141-756e56736464 Ini mungkin terjadi karena hal berikut Javascript dinonaktifkan atau diblokir oleh ekstensi misalnya pemblokir iklan Browser Anda tidak mendukung cookie Pastikan Javascript dan cookie diaktifkan di browser Anda dan Anda tidak memblokirnya.

resep singkong keju d9 salatiga